Berita  

BNN Mempawah: 80 Persen Narkoba Masuk Melalui Laut

Keterangan foto: Kapal-kapal nelayan berbendera asing menjadi salah satu modus penyelundupan Narkoba ke Indonesia melalui jalur laut. (Ilustrasi/Istimewa)

MEMPAWAH, infokalbar.com – Kepala Badan Nasional Narkorika Kabupaten (BNNK) Mempawah, AKBP Agus Sudiman menyatakan, sekitar 80 persen Narkoba yang masuk ke Indonesia, diselundupkan melalui jalur laut.

Hal itu terungkap, saat gelar Rapat Koordinasi Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dan Prekusor Narkotika di aula Kantor Bupati Mempawah, Selasa (22/06/2021).

“80 persen masuk dari laut. Terutama dari Laut Cina Selatan, kita tidak tahu apa tujuan mereka–dari nelayan-nelayan Vietnam, nelayan-nelayan dari China, nelayan-nelayan dari Thailand, dari lainnya,” ujarnya.

Agus Sudiman menyampaikan, para pemasok sangat lihai memainkan perannya, dan mereka akan melakukan apapun agar barang haram tersebut bisa masuk ke Indonesia dan menghasilkan cuan.

“Laut ini luas, mereka menggunakan kapal-kapal (sebagai kedok, red), mereka bisa saja memasukkan barang-barang itu melalui kapal-kapal kecil kita. Ini sudah beberapa kali kejadian, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah,” jelas mantan Penyidik Madya Direktorat Narkoba di Polda Kalbar ini.

Dalam kesempatan itu, Agus turut menyinggung soal keberadaan ‘calon’ pelabuhan internasional di wilayah Kijing Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah–yang jika tidak segera dilakukan upaya antisipatif nan serius–maka hal itu justru membuka lebar-lebar peluang bagi terjadinya sejumlah aktivitas ilegal, termasuk peredaran gelap Narkoba.

Oleh sebab itu, lebih lanjut disampaikan Agus, BNNK Mempawah pun kini tengah concern membangun kesadaran masyarakat pesisir, dengan melakukan penguatan dan peningkatan pemahaman terkait bahaya serta daya rusak yang dapat ditimbulkan oleh Narkoba bagi generasi penerus bangsa kedepan.

“Saat ini kita juga concern melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan untuk wilayah pesisir, target kita nelayan bersih Narkoba. Disini perlu adanya koordinasi yang terus-menerus harus kita tingkatkan,” ujarnya.

Keterangan foto: Rapat Koordinasi Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dan Prekusor Narkotika di aula Kantor Bupati Mempawah, Selasa (22/06/2021).

Sementara itu, Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi menyampaikan, bahwa Pemkab Mempawah mendukung sepenuhnya upaya-upaya strategis yang dilakukan aparat penegak hukum, termasuk BNNK Mempawah dalam rangka mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap Narkoba di Kabupaten Mempawah.

“Ini merupakan rapat koordinasi tim terpadu P4GN, dimana tim akan menyusun program kegiatan dalam rangka pencegahan dan pemberantasan Narkoba di Kabupaten Mempawah. Hal itu terkait langkah apa yang (nantinya) akan kita lakukan secara berjenjang, baik di tingkat kecamatan sampai ke tingkat desa,” ujarnya.

Muhammad Pagi menyatakan, memang tidak mudah untuk memberantas Narkoba sampai ke akar-akarnya sekaligus, namun dengan adanya komitmen yang kuat serta kerjasama yang baik dari semua pihak, termasuk dukungan masyarakat, ia yakin Bumi Galaherang itu kedepan bakal bebas dari Narkoba.

“Kami punya keinginan, Kabupaten Mempawah ini bisa bebas Narkoba. Tapi tentunya itu perlu waktu dan kekompakan kita bersama,” jelasnya.

Terkait dengan keberadaan pelabuhan internasional yang kini masih dalam tahap uji coba dari Kementerian Perhubungan RI, Muhammad Pagi pun menyampaikan, bahwa pihaknya akan terus meningkatkan koordinasi dalam menyusun langkah-langkah strategis yang diperlukan.

“Kami tetap meningkatkan koordinasi terus menerus, khususnya dalam hal melakukan pengawasan–jangan sampai, pelabuhan ini–terjadi hal-hal yang berkaitan dengan Narkoba. Tapi Insya Allah, kalau kita kompak dan serius, berkaitan dengan pencegahan ini, kecil kemungkinan itu akan terjadi,” katanya.

Sebelumnya, dalam rapat tersebut, Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) Yonmarhanlan XII Pontianak, Kapten Marinir Agus Hartono turut mendorong langkah strategis secara terpadu untuk mengamankan wilayah laut, dari potensi terjadinya aktivitas ilegal, termasuk Narkoba.

“Saat ini uji coba (pelabuhan internasional Kijing) sedang berlangsung, beberapa kapal besar (dari beberapa negara, red) merapat ke pelabuhan, terakhir ada yang dari India,” ujarnya.

Sementara itu, KBO Sat Narkoba Polres Mempawah, Iptu Herwantoro, dalam paparannya menyampaikan, sejauh ini  terdapat 29 kasus ‘domestik’ terkait Narkoba yang tengah ditangani pihaknya.  Data tersebut diakumulasi dari  penanganan kasus per-kecamatan di wilayah hukum Polres Mempawah.

“Pada tahun 2020 kami menangani sebanyak 50 kasus, dengan usia rata-rata pelaku diatas 30 tahun, sebanyak 41 kasus. Sementara untuk tahun 2021 ini, kami sudah sebanyak 29 kasus. Berdasarkan data 2020, kasus tertinggi berada di Kecamatan Sungai Pinyuh dengan jumlah 22 kasus,” ujarnya. (FikA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *