banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
Berita  

Sikapi Perkembangan Situasi Penularan Virus, Satgas Covid-19 Adakan Rapat Koordinasi

PONTIANAK, infokalbar.com – Satgas Covid 19 Kota Pontianak menggelar rapat koordinasi (rakor) di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Walikota Pontianak, Jumat (04/02/22). Rakor tersebut dilaksanakan untuk menyikapi perkembangan situasi penularan virus Covid 19 di Kota Pontianak yang menurut data dari Satgas Covid 19 mulai meningkat di dua pekan terakhir ini.

Hadir dalam rakor tersebut, diantaranya; Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Andi Herindra, Wakil Walikota Pontianak, Bahasan, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pontianak, Akhmad Fijiarsyah Joko Sutrisno, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu Widoyono, Kasat Pol PP Kota Pontianak, Syarifah Adriana, Kabag Ops Polresta Pontianak, AKP Frits Orlando Siagian, Kasat Intelkam Polresta Pontianak, Kompol. Hilman Malaini, Kasat Binmas Polresta Pontianak, Kompol Gatot Purwanto, Sekretaris Satgas Covid 19 Kota Pontianak, Camat se-Kota Pontianak, para OPD Kota Pontianak, dan anggota Satgas Covid 19 Kota Pontianak.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Pontianak, Bahasan menyampaikan, bahwa rakor tersebut cukup mendesak untuk dilaksanakan, karena mengingat lonjakan tingkat keterjangkitan virus Covid 19 di Kota Pontianak.

“Rapat hari ini kita menyikapi secara seksama varian Omicron di Kota Pontianak. Situasi kondisi di Kota Pontianak, masyarakat kita sudah bablas karena mereka merasa Covid ini sudah hilang. Pemerintah pusat meminta kita mewaspadai akan menjadi lonjakan. Untuk itulah kita harus bergerak cepat mengambil langkah untuk terus menekan lonjakan virus Covid 19 di Kota Pontianak”, terang Bahasan.

Sementara itu, menurut keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu Widoyono, bahwa peningkatan kasus di Indonesia sangat tajam, terbukti bahwa Covid-19 dengan varian Omicron menyebar sangat tinggi. 

“Kita sudah memasuki gelombang ketiga. Peningkatan kasus di Indonesia sangat tajam, terbukti bahwa Covid-19 ini dengan varian Omicron menyebar sangat tinggi. Kasus kasus tersebut dimulai dari yang melakukan perjalanan ke Jakarta dan keluar negeri. Butuh waktu 3 minggu untuk menunggu sampai hasilnya keluar, dan baru bisa diketahui bahwa kasus tersebut omicron atau bukan,” jelas Sidiq Handanu.

Dalam kesempatan lain, Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Andi Herindra menegaskan, perlu adanya peningkatan pengawasan yang dilakukan oleh Satgas terhadap kerumunan massa, seperti yang terjadi di rumah makan, warung kopi, mall, dan tempat keramaian lain yang berpotensi menyebarkan virus Covid-19, mengingat kewaspadaan masyarakat sudah sangat kendor terhadap ancaman Covid-19 di Kota Pontianak.

“Kita semua telah mendengarkan penjelasan dari Kadinkes Kota Pontianak, bahwa kita telah masuk ke gelombang ketiga penyebaran Covid-19, bahkan diprediksi pada akhir Februari ini angka Covid-19 akan mencapai 100 ribu-150 ribu orang di lndonesia, untuk itu kita yang terlibat dalam Satgas, harus satu visi guna mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 di Pontianak”, ujar Andi Herindra

“Hal-hal yang perlu kita antisipasi salah satunya adalah meningkatkan pengawasan kita terhadap kerumunan massa, seperti yang terjadi di rumah makan, warung kopi, mall, kafe, dan tempat keramaian lain yang berpotensi menyebarkan virus Covid-19”, tambahnya.

Ia juga menerangkan, bahwa Satgas Covid 19 Kota Pontianak harus mengambil langkah cepat selain vaksinasi untuk menekan laju penyebaran penularan Covid-19, dan kembali mensosialisasikan lmendagri No 7 tahun 2022 kepada para pelaku usaha.

“Langkah langkah yang segera kita lakukan adalah melakukan penertiban di tempat usaha yang melebihi batas kapasitas tamu dan jam operasional sesuai dengan ketentuan lmendagri No 7 tahun 2022, dimana kota Pontianak masuk dalam zona Level ll. Selain itu Perlu segera mengundang para pelaku usaha, untuk mensosialisasikan lmendagri tersebut, berikut sanksi bagi yang melanggar aturan tersebut”, ujar Andi Herindra.

“Kita juga meminta dukungan semua pihak, dalam hal ini, dari TNI, Satpol PP, dan unsur pemerintah lainnya untuk melaksanakan patroli bersama secara rutin guna melakukan penertiban tempat tempat yang sering terjadi kerumunan massa”, tutup Andi Herindra. (Humas Polresta Pontianak/Rilis/Yuni)

Leave a Reply

Your email address will not be published.