banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
Berita  

Pekerja PETI di Ketapang Tewas Tersetrum Listrik di Lobang Galian

KETAPANG, infokallbar.com – Salah seorang pekerja PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) berinisial AN dikabarkan tewas tersetrum listrik di dalam lobang galian tambang di Dusun Sayang, Desa Riam Dadap, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang.

Menurut salah seorang sumber yang tak mau disebutkan namanya, menyampaikan, bahwa kejadian ini berlangsung pada Rabu tanggal 2 Maret kemarin, di wilayah hukum Kepolisian Sektor (Polsek) Sandai.

“Dan korban tersebut adalah warga Ketapang berinisial AN,” ujarnya kepada awak media, Senin (07/03/2022).

Berdasarkan informasi dari warga tersebut, awak media kemudian mencoba mengkonfirmasi kepada Kapolsek Sandai, IPTU Fanni Athar Hidayat, melalui WhatsApp untuk mempertanyakan kronologis kejadian tewasnya AN.

Namun kepada awak media, Fanni menjawab pihaknya belum mengetahui kejadiannya dan akan mengeceknya ke lapangan.

“Ya pak nanti saya cek dulu ya pak,” terang Fanni, Sabtu (05/03/2022) siang.

Mendengar hal itu, awak media pun menunggu keterangan dari Kapolsek Sandai–namun sejak Sabtu itu hingga Senin kemarin–Fanni tak juga memberikan jawabannya. Bahkan saat dihubungi beberapa kali melalui telepon WhatsApp, tidak dijawab, sementara status WhatsApp-nya sendiri dalam keadaan online.

Terpisah, aktivis LSM Tindak, Supriadi, didampingi Mustakim, menanggapi kejadian nahas yang dialami oleh AN. Menurutnya insiden tersebut tidak harus terjadi jika sejak awal aparat hukum tegas melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI di wilayah tersebut 

“Akibat lemahnya penegakan hukum terhadap illegal mining atau PETI di Ketapang, sehingga menimbulkan korban jiwa. Dan walaupun ada penindakan di nilai saling tebang pilih,” ujarnya.

Pihak LSM Tindak menyayangkan, kendati aktivitas PETI merupakan pelanggaran hukum, namun seolah tidak mendapat perhatian serius dari pihak aparat yang berwenang.

“Sudah jelas melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara,” ujarnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.