Berita  

Desa Bilayuk dan Desa Rees Terpilih Sebagai Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

LANDAK, infokalbar.com – Kegiatan rembuk desa yang di laksanakan oleh Deputi Pemberdayaan Perempuan berjalan dengan lancar.

Kegiatan yang melibatkan unsur desa dua kecamatan di Kabupaten Landak tersebut yakni kecamatan menjalin dan kecamatan mempawah hulu yang dilaksanakan di gedung serbaguna kecamatan Mempawah Hulu Rabu, (22/6).

Selain kapolsek mempawah hulu Ipda.M.Edi.D Tampak hadir juga Deputi Bidang pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak Kementrian RI Ibu Sri Rejeki, Dinas PPPA provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas sosial pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan KB Kabupaten Landak Paolip S.pd, Forkopincam Kecamatan Mempawah Hulu dan Kecamatan Menjalin, perangkat Desa Bilayuk kecamatan Mempawah Hulu dan perangkat Desa Rees Kecamatan Menjalin.

Camat Mempawah Hulu Pricilla Angela dalam sambutannya Mengucapkan terimakasih karena telah ditunjuk nya Desa Bilayuk Kecamatan Mempawah Hulu sebagai Desa Ramah Perempuan Dan Peduli Anak (DRPPA).

“Semoga dengan adanya desa ramah perempuan dan peduli anak diharapkan dapat berdampak terhadap terbangunnya kesetaraan gender dalam keluarga, terwujudnya pengasuhan anak yang sesuai dengan perkembangan anak, serta meningkatnya kemampuan anak dan perempuan untuk mengartikulasikan kepentingannya dalam kegiatan desa,” ucap Camat.

Deputi bidang PPPA Kementerian RI Sri Rejeki dalam sambutannya mengucapkan selamat karena telah terpilihnya Desa Bilayuk dan Desa Rees sebagai Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

Lebih Lanjut Deputi bidang PPPA menjelaskan Terdapat 10 indikator yang dipenuhi suatu desa untuk dapat dinyatakan sebagai Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), diantaranya pengorganisasian perempuan dan anak di desa, desa memiliki data pilah yang memuat tentang perempuan dan anak, ada kebijakan di desa yang mengatur implementasi DRPPA.

Kemudian ada pembiayaan keuangan di desa untuk mewujudkan DRPPA, presentase keterwakilan perempuan di pemerintahan desa, persentase perempuan wirausaha di desa, termasuk adanya peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan dan pendidikan, tidak ada anak yang bekerja, tidak ada kekerasan perempuan dan anak di desa, dan tidak adanya perkawinan anak.


“Adanya desa ramah perempuan dan peduli anak diharapkan dapat berdampak terhadap terbangunnya kesetaraan gender dalam keluarga, terwujudnya pengasuhan anak yang sesuai dengan perkembangan anak, meningkatnya kemampuan anak dan perempuan untuk mengartikulasikan kepentingannya dalam kegiatan,” jelasnya.

Kapolsek Mempawah Hulu IPDA M Edi D usai kegiatan mengatakan sangat mendukung dan mengucapkan selamat kepada Desa Bilayuk yang telah telah ditetapkan sebagai Desa Ramah Perempuan Dan Perlindungan Anak.

“Semoga dengan ditetapkan Desa Bilayuk Kecamatan Mempawah Hulu sebagai Desa Ramah Perempuan Dan Perlindungan Anak dapat membawa perubahan sosial dalam rangka mewujudkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di desa”

Kapolsek juga menambahkan “Selain itu, bisa terbangun norma sosial yang mendukung penghapusan kekerasan berbasis gender,” jelasnya (wd/gns)

Leave a Reply

Your email address will not be published.