Berita  

Masyarakat Perbatasan Berucap Syukur, PLBN Entikong – Tebedu Telah Dibuka

ENTIKONG, infokalbar.com – Sebagai masyarakat perbatasan sudah sepatutnya bersyukur dengan dibukanya pintu keluar masuk antara dua negara yaitu Pintu Pelabuhan Darat PLBN Entikong – Tebedu, ungkap warga Perbatasan Entikong.

Saleh Udin (48 tahun), salah satu masyarakat perbatasan Dusun Entikong kecamatan Entikong kabupaten Sanggau Kalbar kepada Info Kalbar mengatakan sudah sepantasnya kita bersyukur karena  Pintu PLBN Entikong-Tebedu sudah di buka kembali seperti semula.

Saleh Udin menceritakan bahwa betapa susah dan sulitnya  kita  rasakan bila pintu pelabuhan darat PLBN Entikong-Tebedu ditutup akibat vandemi covid-19 melanda dunia.

Dua tahun lebih Pintu PLBN Entikong – Tebedu di tutup semua aktivitas masyarakat yang kegiatannya di PLBN Entikong terhenti, mata pekerjaan terputus dan semuanya berubah terpaksa mencari pekerjaan lainnya, bahkan ada yang lari meninggalkan Entikong untuk mencari pekerjaan.

“Tutup dan putusnya mata rantai pekerjaan membuat kita terpaksa melakukan pekerjaan untuk bertahan hidup. Untuk masyarakat Entikong mereka banyak lari ke hutan, ke gunung, dan ke sungai untuk mendulang emas,” ungkap saleh Udin.

Saleh Udin juga menceritakan, perjalanan hidupnya selama Covid-19. Baginya sendiri, berusaha bertahan dan melanser buah kelapa sawit milik perusahaan, hal ini saya lakukan karena saya memiliki mobil yang harus saya bayar kreditnya yang harus saya bayar.

“Jadi Sekarang  Pintu PLBN Entikong-Tebedu telah dibuka oleh pemerintah dua negara Indonesia – Malaysia dan kita kembali melakukan aktivitas seperti dulu sebagai pedagang tradisional  dan kegiatan ini berjalan normal setelah Bumdes Mandiri Jaya Entikong melakukan launching Ekspor Perdana tanggal 30 Juni 2022 lalu,” Jelas saleh Udin.

“Dengan dibukanya pintu keluar masuk lalu lintas orang dan barang di PLBN Entikong – Tebedu ini sebagai masyarakat perbatasan Entikong kita harus bersyukur dan ayo kita sama-sama menjadi PLBN Entikong ini karena milik kita semua,” pinta Saleh Udin.

Saleh Udin salah satu pedagang tradisional di perbatasan Entikong yang kerjanya menjual produk pertanian dan perkebunan seperti, sahang, koko dan buah-buahan lainnya seperti langsat, rambutan, cempedak, engkalak, jeruk, durian dan buah musiman lainnya.

Masyarakat pedagang tradisional juga menjual sayur-mayur dan produk lokal lainnya seperti gula merah, bakso bulat dan lainnya sesuai permintaan pesanan toke di Malaysia.

Saleh Udin kepada media juga mengungkapkan, bahwa pelayanan petugas Publik di perbatasan khususnya di PLBN Entikong ini cukup baik dan lancar meskipun agak terlambat karena barang yang kami bawa buah-buahan dimana yang harus kami jaga kualitas dan mutunya.

“Kami sangat memahami, tapi kami tetap berharap semoga pelayanannya lebih cepat lagi agar semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar.haraf saleh Udin mengakhiri percakapannya,” katanya. 

Di tempat terpisah, Suherman masyarakat perbatasan kecamatan Sekayam Balai Karangan Kabupaten Sanggau Kalbar, juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kedua Negara Indonesia -Masyarakat karena telah membuka Pintu PLBN Entikong – Tebedu.

“Kita sebagai masyarakat perbatasan sudah sepantasnya bersyukur dengan dibukanya pintu antara kedua Negara karena kita bisa melakukan aktivitas seperti semula, seperti menjual produk Pertanian, perkebunan, dan produk perikanan dan kegiatan lainnya,” katanya 

Suherman mengatakan, untuk sementara waktu hanya melakukan kegiatan jasa menukar ringgit di perbatasan entikong ini yang dimana kegiatan ini dapat ia lakukan dengan rekan penukar lainnya hanya diluar are PLBN Entikong.

Suherman dan kawan-kawan yang sama seprofesi dengannya mengatakan kerja yang kami lakukan tidak semudah dibayangkan karena untuk mendapat Ringgit kata harus berani berspekulasi dan harus punya relasi yang berhubungan dengan ringgit.

Suherman juga menyatakan, tidak semestinya kita setiap hari membuahkan hasil atau penghasilan dari transaksi yang dilakukan, meskipun demikian kita tidak perlu merasa lemah dan apa lagi putus asa karena tidak dapat rezeki.

“Sebab kita percaya kepada Tuhan yang maha esa Allah SWT yang telah mengatur segalanya,” ungkapnya sambil tersenyum.

“Jadi sebagai masyarakat perbatasan Sekayam – Entikong sudah sepantasnya bersyukur dengan telah dibukakannya pintu PLBN Entikong-Tebedu dan hal ini patut kita jaga bersama,” pinta Suherman mengakhiri percakapannya. (Rilis/Wan Daly)

Leave a Reply

Your email address will not be published.