Mempawah, Infokalbar.com – Polemik anggaran pendopo Bupati Mempawah sebesar 15 miliar menuai kritik dari berbagai elemen masyarakat termasuk mahasiswa.
Hal tersebut memicu aksi demo yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Selasa siang (2/12/2025). Aksi tersebut awalnya berjalan tertib namun selang beberapa lama aksi kemudian kisruh.
Hal tersebut spontan mendapat reaksi dari Masyarakat terlebih oleh Adrianus, ketua Dewan Adat Dayak (DAD) kabupaten Mempawah. Adrianus menyayangkan hal tersebut terjadi dan mengingatkan agar dalam penyampaian kritikan harus berjalan tertib, aman dan lancar, tidak anarkis.
“Siapa pun boleh melakukan aksi, silahkan, karena hal itu diatur dalam undang-undang tapi janganlah sampai Anarkis. Mempawah ini kan bukan hanya milik Mahasiswa, tapi ada juga masyarakat lain yang bekerja untuk menafkahi keluarga. Kalau anarkis dan meluas, kasian” tegas Adrianus
Adrianus menilai bahwa kabupaten Mempawah tidak hanya didiami oleh Mahasiswa semata melainkan dari berbagai elemen Masyarakat dengan berbagai profesi dan berbagai etnis sehingga jika terjadi aksi anarkis maka dapat memicu konflik yang nantinya bisa berujung konflik antar etnis akibat adanya sekelompok oknum yang seolah-olah membawa etnis tertentu.
“Masyarakat Adat Dayak juga pernah melakukan aksi demo di kota Mempawah, namun puji Tuhan tertib, aman dan lancar, tidak anarkis. Ayo, kita jaga Kamtibmas yang ada di kota Mempawah” ujar Adrianus.






