SAMBAS, Infokalbar.com – Media online PontianakMetroPost.com memberi tanggapan resmi atas tudingan dari CektaIndonesia.com. Media itu menyebut PontianakMetroPost.com menyalin berita tanpa izin.
Pimpinan Redaksi PontianakMetroPost.com, Zainul Irwansyah, membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan pemberitaan bermasal dari rilis resmi Infokalbar.com.
“Berita ini kami terima sebagai rilis resmi dari Pimpinan Redaksi Infokalbar.com. Publikasi dilakukan dengan persetujuan penuh,” jelas Zainul, Minggu (14/12/2025).
Tanggung Jawab Isi Berita
Pimpinan Redaksi Infokalbar.com, Wawan Suwandi, mengonfirmasi pernyataan Zainul. Ia menyatakan bertanggung jawab penuh atas naskah serta foto kiriman ke redaksi PontianakMetroPost.com.
“Berita beserta foto itu tanggung jawab saya. Ini karya jurnalistik wartawan Infokalbar.com, Gustian Rudes, bukan hasil salin media lain,” tegas Wawan Minggu malam (14/12/2025).
Wawan menyatakan keheranan atas klaim copas tersebut. Ia menegaskan berita merupakan hasil liputan langsung.
Proses Investigasi Lapangan
Wartawan Infokalbar.com, Gustian Rudes, telah turun ke lapangan. Investigasi dilakukan di lokasi proyek Kabupaten Sambas sebelum naskah disusun.
“Wartawan kami turun langsung, investigasi ke lokasi proyek, lalu menyusun berita. Berita ini lebih dulu terbit di Infokalbar.com,” papar Wawan.
Ia menambahkan, Infokalbar.com menjadi media pertama mempublikasi proyek tersebut. Wawan pun membuka diri bagi pihak ingin klarifikasi lebih lanjut.
“Silakan hubungi saya langsung. Saya pihak bertanggung jawab atas rilis berita ini,” tutur wartawan senior Kalimantan Barat itu.
Keseluruhan proses menunjukkan alur kerja jurnalistik standar. Berita berasal dari sumber resmi, melalui verifikasi, serta memiliki penanggung jawab jelas.
PontianakMetroPost.com bertindak sebagai saluran publikasi atas rilis yang sah. Transparansi ini diharapkan menghentikan spekulasi tanpa dasar.
Etika jurnalistik mengutamakan akurasi serta pertanggungjawaban sumber, kedua aspek telah terpenuhi dalam kasus ini.
Keterbukaan dialog ini juga menjadi kunci menyelesaikan perbedaan persepsi di dunia media online digital kekinian.












