Pontianak, infokalbar.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mulai membiasakan budaya bersih di lingkungan perkantoran. Menindaklanjuti arahan Presiden terkait penguatan pengelolaan sampah, Pemprov Kalbar menerapkan kegiatan korve rutin setiap Jumat sebagai upaya menumbuhkan kepedulian aparatur sipil negara (ASN) terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja.
Langkah tersebut dituangkan melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Kalbar Nomor 000.1.10/RO-UM.B tentang Gerakan Korve Bersama di Lingkungan Kantor. Melalui kebijakan ini, seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalbar diminta melaksanakan kegiatan korve secara rutin dan terkoordinasi.
Sebagai bagian dari pelaksanaannya, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar memperkenalkan program ASN Kalbar Sadar Tangani Sampah untuk Lingkungan Kerja Terjaga (SATSET). Program ini dikemas sebagai gerakan bersama agar kegiatan korve tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menjadi kebiasaan dalam budaya kerja ASN.
Kepala BPSDM Kalbar Windy Prihastari, mengatakan bahwa gerakan ASN Kalbar SATSET merupakan bentuk komitmen nyata dalam menindaklanjuti arahan presiden serta instruksi Gubernur Kalbar.
“ASN Kalbar SATSET adalah gerakan sadar bersama. Bukan cuma soal bersih-bersih, tapi bagaimana ASN punya kepedulian terhadap lingkungan kerjanya dan bertanggung jawab menjaga fasilitas yang digunakan setiap hari,” kata Windy.
Dalam surat edaran tersebut juga ditegaskan bahwa seluruh perangkat daerah berkewajiban menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan kerja. Kegiatan korve dijadwalkan setiap Jumat, mulai pukul 07.30 hingga 09.00 WIB, dengan melibatkan seluruh ASN serta tenaga pendukung di masing-masing unit kerja.
Area yang menjadi sasaran korve meliputi ruang kerja, area bersama, lorong, halaman kantor, hingga lingkungan sekitar perkantoran. Teknis pembagian tugas diserahkan kepada pimpinan unit kerja, yang sekaligus bertanggung jawab memastikan kegiatan berjalan dan dilakukan secara berkelanjutan.
Windy menilai kebijakan ini menjadi momentum untuk membangun kebiasaan positif di lingkungan birokrasi Kalbar. Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan publik bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Lingkungan kerja yang bersih dan tertata bikin suasana kerja lebih nyaman. Kalau itu sudah terbiasa, kinerja dan pelayanan ke masyarakat juga akan ikut terdorong,” ujarnya.












