Aksi Nyata Demokrat Sanggau: Bersih Lingkungan, Tanam Kayu Ulin

DPC Partai Demokrat Kabupaten Sanggau gelar aksi nyata bersih lingkungan dan tanam pohon ulin langka di Desa Persiapan Darok. Upaya ini demi kesehatan warga dan lestarikan alam.
DPC Partai Demokrat Kabupaten Sanggau gelar aksi nyata bersih lingkungan dan tanam pohon ulin langka di Desa Persiapan Darok. Upaya ini demi kesehatan warga dan lestarikan alam.

BONTI, Infokalbar.com – Semangat perayaan seperempat abad Partai Demokrat diwujudkan melalui aksi nyata di akar rumput. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sanggau menggelar bakti sosial bersih lingkungan dan pelestarian alam di Desa Persiapan Darok, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Seluruh kader partai bergerak bersama warga, membersihkan setiap sudut desa.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sanggau, Usman S.Sos., mengutarakan bahwa aksi ini adalah ajakan konkret untuk mengubah perilaku.

“Kegiatan bersih lingkungan ini merupakan bentuk ajakan Partai Demokrat agar seluruh masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Usman Sabtu, 1 Agustus 2026.

Ia menambahkan, “Sebab lingkungan bersih, suasana akan nyaman, udara sehat, maka masyarakat juga akan sehat.”

Pesan mendalam disampaikan agar momentum ini tidak berhenti di hari pelaksanaan. Usman mendorong warga menjadikan kebersihan sebagai kebutuhan pokok harian. Implementasi pada rutinitas dinilai jauh lebih krusial daripada sekadar aksi simbolis satu hari.

Upaya Lestarikan Kayu Khas Pulau Kalimantan Ulin

Rangkaian acara bertajuk “Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI” ini memiliki misi penyelamatan ekologi.

Salah satu puncak kegiatannya adalah penanaman pohon belian, atau lebih dikenal sebagai kayu ulin, tumbuhan endemik kebanggaan Pulau Kalimantan.

Penanaman simbolis ini sarat makna. Kayu ulin merupakan spesies khas dengan kualitas unggul, tetapi kini populasinya terus terdesak.

DPC Partai Demokrat Kabupaten Sanggau mengambil langkah preventif agar flora bernilai tinggi ini tidak menuju kepunahan.

“Penanaman pohon belian bertujuan menjaga agar tidak punah, sebab tumbuhan belian adalah tumbuhan khas Pulau Kalimantan,” tegas Usman.

Lebih dari sekadar pelestarian plasma nutfah, ia menyoroti potensi kesejahteraan.

“Secara khusus Kabupaten Sanggau, di samping itu juga punya nilai ekonomis tinggi, harga mahal, kualitasnya bagus,” imbuhnya.

Langkah padu ini menampilkan potret politik sehat. Partai tidak hanya hadir saat kontestasi elektoral, tetapi juga menjadi katalisator gerakan sosial-lingkungan.

Dari desa persiapan di Bonti, benih kolaborasi dan pelestarian disemai demi Kalimantan Barat lestari serta warganya hidup sejahtera. Sebuah praktik demokrasi organik bertumpu pada nafas alam dan kebersihan.

(Wawan Suwandi)