PONTIANAK, Infokalbar.com — Jagat media sosial kembali dihebohkan unggahan bernuansa dugaan pemborosan anggaran. Sorotan tajam mengarah ke fasilitas Rumah Dinas Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Pemicunya, data resmi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Tahun Anggaran 2026.
Data itu menampilkan pos “Belanja Natura dan Pakan-Natura” dengan pagu mencengangkan, Rp350.120.000. Angka fantastis tersebut diklaim khusus membiayai kebutuhan makanan, minuman, hingga logistik harian selama setahun penuh di kediaman jabatan itu. Publik pun bertanya-tanya. Wajar, di tengah gempuran efisiensi fiskal, nominal ratusan juta rupiah untuk konsumsi rumah dinas terasa janggal.
Namun, setelah dilakukan penelusuran mendalam, informasi viral itu rupanya tidak utuh. Ia menyisakan konteks penting. Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Aloysius, bergerak cepat meluruskan duduk perkara sebenarnya. Ia menegaskan angka dalam SiRUP merupakan batas pagu maksimal, bukan realisasi belanja.
“Saya besok konfirmasi ke sekretariat DPRD pak, yang ngelola anggaran dari sekretariat. Nampak di Sirup memang segitu tapi pelaksanaannya sesuai kebutuhan,” ujar Aloysius, Rabu malam, 14 Oktober 2026.
Pernyataan Aloysius menyentuh inti persoalan. SiRUP LKPP menampilkan rencana anggaran sebelum eksekusi. Pagu Rp350,12 juta berfungsi sebagai plafon. Artinya, serapan dana tidak serta-merta sebesar angka tersebut. Mekanisme pengadaan mengikat realisasi pada prinsip kebutuhan riil di lapangan.
Sekretariat DPRD Kalbar memegang kendali penuh atas tata kelola pos ini. Aloysius menyerahkan konfirmasi teknis kepada tim sekretariat. Ia memastikan pelaksanaan belanja mengikuti kaidah kepatutan. Tidak ada pemborosan. Tidak ada belanja fiktif. Semua mengacu pada kebutuhan operasional harian rumah dinas.
Praktik belanja natura memang lazim dalam tata kelola rumah jabatan pejabat negara. Pos ini menopang konsumsi tamu resmi, rapat mendadak, hingga jamuan protokoler. Rumah Dinas Ketua DPRD Kalbar menjadi lokasi strategis interaksi pimpinan legislatif dengan berbagai elemen. Mulai dari kunjungan konstituen, audiensi organisasi masyarakat, sampai tamu kedinasan lintas provinsi.
Transparansi Anggaran
Di era keterbukaan informasi, data SiRUP memang dirancang untuk publik. Situs LKPP menyajikan rincian rencana pengadaan setiap instansi. Tujuannya mulia: mendorong akuntabilitas. Namun, literasi anggaran menjadi kunci. Masyarakat perlu membedakan pagu indikatif dengan realisasi final.
SiRUP bukan laporan realisasi. Ia adalah dokumen perencanaan. Angka di dalamnya bisa berubah bergantung dinamika kebutuhan. Perubahan bisa berupa pengurangan, penambahan, atau realokasi. Semua melalui mekanisme persetujuan berlapis.
Aloysius memahami kegaduhan ini. Alih-alih bersikap defensif, ia memilih jalur klarifikasi. Langkah ini menunjukkan komitmen keterbukaan. Ia tidak menutup diri dari pertanyaan publik. Justru ia mengarahkan diskusi pada pemahaman tata kelola anggaran tepat.
Sekretariat DPRD Kalbar dijadwalkan memberikan penjelasan resmi. Rincian penggunaan pos natura akan dipaparkan. Publik berhak mengetahui aliran dana. Prinsipnya jelas: anggaran negara dipakai sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Rumah dinas hanyalah bagian kecil dari ekosistem pelayanan publik.
Fakta Utuh
Beberapa fakta kunci perlu dicatat. Pertama, angka Rp350,12 juta tertera di SiRUP LKPP TA 2026. Kedua, pos tersebut untuk belanja natura rumah dinas Ketua DPRD Kalbar.
Ketiga, Aloysius menegaskan pelaksanaan menyesuaikan kebutuhan. Keempat, konfirmasi teknis menunggu penjelasan sekretariat DPRD.
Klarifikasi ini mengingatkan pentingnya verifikasi sebelum viral. Potongan data tanpa konteks mudah memicu salah paham. Masyarakat cerdas semestinya menelusuri sumber primer. Menanyakan langsung kepada pihak berwenang. Tidak sekadar percaya tangkapan layar.
Pemerintah daerah dan DPRD Kalbar berkomitmen menjaga transparansi. Keterbukaan anggaran menjadi fondasi kepercayaan publik. Di sisi lain, pengawasan masyarakat tetap vital. Sinergi keduanya menciptakan tata kelola bersih. ( wans)












