mgid.com, 605850, DIRECT, d4c29acad76ce94f
banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90

BPJS Ditolak Enam RS, Bocah Berusia 2 Tahun Ini Akhirnya Meregang Nyawa Dipelukan Ibunya

  • Share

JAKARTA, infokalbar.com – Nasib malang dialami M Rizki. Bocah 2,9 tahun ini harus meregang nyawa, setelah kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS)-nya ditolak oleh enam Rumah Sakit (RS) besar di Tangerang (kota asalnya) dan Jakarta.

Dilansir dari laman Tribunsumsel.com, kisah memilukan ini diceritakan oleh Yuli Supriati, dilaman Facebook-nya. Tokoh inspiratif Nova 2015 itu bertugas sekaligus menjadi saksi mata bagaimana ketidakadilan terjadi pada M Rizki yang haknya sebagai peserta BPJS terabaikan oleh pihak RS.

Yuli menceritakan, kronologis rujukan Rizki dimulai mulai dari puskesmas hingga rumah sakit jantung terbesar di Jakarta yang secara halus menolak Rizki.

Meski sempat memeriksa Rizki dan mengatakan jika pasien rujukan asal Tangerang itu sehat dan hanya mengalami sesak nafas.

Rizki yang tengah berjuang dengan penyakitnya terus dioper dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya.

Hingga orangtua putus asa dan kembali membawa pulang Rizki dan dirawat di rumah sakit swasta di Tangerang hingga dia menghembuskan nafas terakhirnya.

“Innalillahiwainnailaihirojiun..selamat jalan ananda M.Rizki Akbar usia 2,9 tahun,semoga menjadi malaikat buat kedua orang tuamu,berat melepas putra satu2nya ini,tp Allah lebih sayang padamu,walaupun tiap bulan ayahmu dipotong gajinya oleh perusahaan utk pembayaran BPJS tapi hakmu yg dijamin oleh Bpjs tak kau rasakan,penolakan secara halus oleh RS2 penerima BPJS kau terima,dgn berbagai alasan klise kau memulai perjalanan mendapatkan hak mu dari puskesmas Didaerah Bonang kab tangerang,sampai ke RS jantung terbesar di Jkt utk mendapatkan pelayanan kau lalui,terhitung 6 RS besar dr tangerang sampai JKT,semua kompak tak dpt melayanimu,sampai kedua orangtuamu memutuskan membawamu ke RS swasta ini,demi menyelamatkanmu ananda ,walau dgn terpaksa pontang panting mencari puluhan juta rupiah untuk membayar DP pasien umum,apakah ini adil untukmu ananda?untuk keluargamu?sungguh tidakkkk…lalu kalau seperti ini siapa yg bertanggung jawab???#satulagikorbanjatuh,” tulis Yuli.

Meski Rizki telah tiada namun pemulangan jasad Rizki tidak mudah dilakukan karena keluarga terkendala biaya administrasi.

Sehingga jasad Rizki sempat ditahan beberapa jam oleh pihak rumah sakit karena terkendala pelunasan administrasi.

Akhirnya jasad Rizki bisa dipulangkan setelah terjadi negosiasi yang alot dan sengit dengan pihak rumah sakit.

Kisah penolakan pasien BPJS oleh rumah sakit yang kembali menelan korban jiwa itu ramai dikomentari oleh netizen.

Selain banyak yang berbela sungkawa banyak pula netizen yang menghujat sistem kesehatan di tanah air karena kesehatan menjadi ladang bisnis yang menggiurkan.

Seorang pengguna facebook juga mengisahkan bagaimana lambannya penanganan rumah sakit sehingga anaknya harus meninggal padahal berobat melalui jalur umum bukan BPJS.

Menggunakan jalur umum saja anaknya lamban ditangani apalagi jika menggunakan BPJS sudah bisa dipastikan bakal terbengkalai.

“Sy jd sedih inget byi sy yg meninggal krn penanganan rmh skt lambat.pdhl yg bayar umum ktka tau djj lemah lsg akan tindakan operasi saat itu juga. Tp sy yg pakai bpjs Malah ktka udh tau djj udh ga da sy dirujuk lepas dr rmh skt tsb.

Mengalami kesulitan masuk rumah skt terdekat krn harus rujukan faskes pertama dulu baru bs dpt perawatan di rmh skt tsb. Akhirnya bs masuk krn kenal salah satu dokter dirumah skt itu..Semangat bu yuli,” komentar Dewi Nugroho.

Masih berdasarkan ulasan Tribunsumsel.com, banyak dari netizen yang mendoakan agar perjuangan Yuli tidak hanya berhenti sampai Rizki saja, agar tidak ada Rizki- rizki lainnya yang menjadi korban ketidakadilan dan lemahnya penerapan BPJS.

“Smga ibu Yuli panjg umur sehat sll, agar ttp bsa mbantu smua yg butuh bantuan ibu,” komentar Wulan W.

“EKSPOSE mbak Yuli Supriati.., termasul nama2 RS yg menolak BPJS..! Zaman bgini mereka harus tahu diri. Kesehatan sllu dijadikan bisnis..,” komentar Mahendra Elia Lantang. (Red)

  • Share