Implementasi Program “Imigrasi Mengajar” untuk Perluas Peran Imigrasi Entikong di Perbatasan

Ket Foto: Imigrasi Entikong memulai langkah konkret dengan mengadakan kegiatan di SD Negeri 03 Sontas, Selasa 11 Agustus 2025. (Humas Tikim Entikong)

ENTIKONG, Infokalbar.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong kini memperluas perannya di wilayah perbatasan tak hanya sebatas pelayanan keimigrasian, tetapi juga merambah dunia pendidikan melalui program “Imigrasi Mengajar”.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Desa Binaan Imigrasi yang bertujuan membangun kedekatan dengan masyarakat. Imigrasi Entikong memulai langkah konkret dengan mengadakan kegiatan di SD Negeri 03 Sontas, Selasa 11 Agustus 2025.

Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan dasar bahasa Inggris bagi siswa kelas 4A dan 4B. Para siswa tampak antusias mengikuti pembelajaran interaktif yang dipandu oleh staf muda Imigrasi Entikong, Faisal Alvaresy dan Indri Widya Sari.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan abjad, cara perkenalan diri, hingga mengeja nama dalam bahasa Inggris. Mereka juga didorong untuk berani maju ke depan kelas untuk mempraktikkan langsung apa yang telah diajarkan.


Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Harry Setiawan, menyampaikan bahwa program ini adalah wujud nyata komitmen Imigrasi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di perbatasan.


“Kami berharap keterampilan dasar bahasa Inggris ini dapat menjadi modal penting bagi generasi muda perbatasan di masa depan,” ujar Harry.


Program “Imigrasi Mengajar” sendiri merupakan bagian dari program Desa Binaan Imigrasi yang digagas untuk membangun hubungan harmonis dengan masyarakat. Selain pendidikan, program ini juga mencakup literasi hukum dan pembinaan masyarakat. Melalui upaya ini, Imigrasi Entikong berharap dapat mendorong lahirnya generasi perbatasan yang lebih berdaya saing.


Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan siswa, yang terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam setiap sesi pembelajaran. Hal ini menjadi bukti bahwa program semacam ini memiliki potensi besar untuk membawa dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat di wilayah perbatasan.