Profil Pdt Denny Nafi: Sosok Pendeta Pejuang Hukum Masyarakat Kecil

Inilah profil lengkap Pdt Denny Nafi, pendeta yang memilih turun ke meja hukum untuk perjuangkan keadilan bagi warga miskin. Simak perjalanan inspiratifnya mendirikan LBH, motivasi kuat di balik langkahnya, serta dampak nyata bagi masyarakat. Kisah nyata tentang integritas, kasih, serta aksi sosial.
Inilah profil lengkap Pdt Denny Nafi, pendeta yang memilih turun ke meja hukum untuk perjuangkan keadilan bagi warga miskin. Simak perjalanan inspiratifnya mendirikan LBH, motivasi kuat di balik langkahnya, serta dampak nyata bagi masyarakat. Kisah nyata tentang integritas, kasih, serta aksi sosial.

SANGGAU, Infokalbar.com – Pdt Denny Nafi menorehkan jalan hidup tidak biasa. Figur pemimpin rohani ini memadukan tugas pastoral dengan perjuangan hukum bagi masyarakat kecil. Keputusannya mengangkat senjata pengetahuan hukum bermula dari keprihatinan mendalam.

Ia juga menyaksikan langsung ketimpangan akses keadilan di tengah jemaat serta lingkungannya.

Banyak warga kurang mampu menghadapi masalah hukum tanpa pendampingan memadai. Mereka seringkali berada pada posisi lemah, tanpa daya, serta akhirnya pasrah.

“Masyarakat kecil kerap terjebak persoalan hukum. Namun, mereka bingung mencari pintu keadilan. Keterbatasan pengetahuan serta biaya menjadi tembok tinggi,” ucap Pdt Denny Nafi.

Bagi dia, nilai kasih serta keadilan tidak cukup hanya bergema di mimbar gereja.

Nilai-nilai itu harus menjelma dalam tindakan nyata, khususnya bagi kelompok masyarakat tanpa suara.

“Iman bukan sekadar kata. Kasih serta keadilan perlu diwujudkan dalam perbuatan,” tegasnya.

Pendidikan Hukum Sebagai Senjata

Kegelisahan itu mendorong Pdt Denny Nafi mengambil langkah berani. Ia memutuskan menempuh pendidikan formal di Fakultas Hukum, Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Kalimantan Barat.

Keputusan ini jelas berada di luar zona nyaman seorang pendeta. Tujuannya jelas: memahami sistem hukum secara mendalam agar mampu memberikan pendampingan tepat serta efektif.

“Saya perlu membantu secara konkret. Untuk itu, pemahaman hukum dari dalam mutlak diperlukan. Saya harus keluar dari zona nyaman,” tuturnya tentang motivasi kuliah hukum.

Pendidikan ini menjadi senjata intelektualnya. Bekal ini memampukannya membaca celah hukum, mendampingi masyarakat, serta berdialog setara dengan aparat penegak hukum.

Lahirnya LBH AHAVAH ‘YADA’

Komitmennya tidak berhenti pada gelar akademik. Pdt Denny Nafi mewujudkan visinya dalam bentuk institusi.

Ia mendirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) AHAVAH ‘YADA’. Nama ini sarat makna, mencerminkan kasih serta komitmen untuk mengetahui serta memahami penderitaan orang lain.

LBH ini berfokus pada pendampingan serta penguatan akses hukum bagi kelompok masyarakat ekonomi lemah.

“LBH AHAVAH ‘YADA’ hadir agar masyarakat kecil tidak merasa sendirian. Mereka berhak dapatkan pendampingan hukum profesional,” jelas Pdt Denny Nafi.

Lembaga ini bertujuan membangun jembatan antara nilai-nilai kemanusiaan universal serta sistem hukum positif.

Harapannya, keadilan dapat diakses semua kalangan tanpa melihat latar belakang ekonomi maupun status sosial.

Dampak Nyata Bagi Rakyat

Keberadaan LBH AHAVAH ‘YADA’ di bawah bimbingan Pdt Denny Nafi membawa dampak signifikan.

Masyarakat kini memiliki tempat bertanya serta minta pendampingan untuk beragam kasus sengketa tanah, hak tenaga kerja, perkara perdata sederhana, hingga pendampingan di tingkat kepolisian.

Pendekatannya tidak sekadar legalistik, namun holistik. Setiap klien diterima dengan kasih, didengarkan keluhannya, serta diberikan solusi hukum terbaik sesuai kapasitas.

Pendeta ini percaya, keadilan merupakan bagian integral dari pelayanan imannya. Perjuangan hukum merupakan bentuk pelayanan kasih kepada sesama.

Integritasnya sebagai figur rohani memberi warna khusus pada pendampingan hukumnya.

Ia menekankan penyelesaian secara beradab, mediasi, serta mengedepankan rekonsiliasi tanpa mengabaikan prinsip keadilan substantif bagi kliennya.

Teladan Integritas Aksi

Pdt Denny Nafi menjadi telanan langka. Di tengah banyaknya isu yang membelah masyarakat, ia memilih fokus pada isu mendasar keadilan bagi kaum tertindas.

Perjalanannya menunjukkan, panggilan hidup dapat diwujudkan melalui berbagai jalur, termasuk lintas disiplin ilmu.

Sosoknya menghancurkan sekat antara spiritualitas serta aksi sosial nyata. Kisah Pdt Denny Nafi merupakan bukti, perjuangan tidak mengenal latar belakang profesi.

Semangatnya menyala-nyala, mendorong perubahan positif serta memberi harapan bagi banyak orang.

Ia membuktikan, kepedulian tulus serta ilmu pengetahuan dapat menjadi kombinasi kuat membongkar ketidakadilan.

Perjalanannya masih panjang, namun langkah pertama serta konsistensinya telah menginspirasi banyak pihak untuk turut peduli pada nasib sesama.

Sebagai informasi dihimpun Infokalbar.com, dalam waktu dekat, ia juga akan buka kantor cabang LBH AHAVAH ‘YADA’ di Kabupaten Sanggau.

(Wawan Daly Suwandi)