Jaga Keberlanjutan Industri, PTPN Group melalui PalmCo Dampingi Peremajaan 49 Ribu Hektare Kebun Rakyat

Jaga Keberlanjutan Industri, PTPN Group melalui PalmCo Dampingi Peremajaan 49 Ribu Hektare Kebun Rakyat

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terus menjadi tumpuan harapan bagi jutaan petani sawit di Tanah Air untuk meningkatkan produktivitas kebun dan kesejahteraan ekonomi keluarga. Mendukung hal tersebut, pascapenggabungan entitas pada Desember 2023 lalu, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), terus memperkuat perannya dalam mengayomi petani sawit secara berkelanjutan.


Hasil komitmen perusahaan berpelat merah ini tercermin dari dukungan pendampingan kepada petani sawit Program PSR yang telah mencapai 49.077,94 hektare terhitung sejak 2024, 2025, hingga Agustus 2026. Khusus pada tahun berjalan 2026 (hingga Agustus), PTPN IV PalmCo tercatat telah sukses mendukung petani sawit Program PSR untuk luasan mencapai 12.395,99 hektare di berbagai wilayah operasional perusahaan.


Dukungan capaian luasan tersebut direalisasikan melalui dua pendekatan strategis. Pertama, melalui skema kemitraan murni, di mana PTPN IV PalmCo hadir memberikan pendampingan berkelanjutan secara end-to-end sejak dari hulu. Pendampingan ini dimulai dari tahap awal pemenuhan administrasi hingga terbitnya Rekomtek, penyediaan bibit unggul, hingga pembinaan kultur teknis budi daya perkebunan yang baik agar produktivitas pekebun dapat optimal


Kedua, PTPN IV PalmCo mengambil peran hilir yang krusial sebagai offtaker (pembeli siaga) atas kebun-kebun PSR rakyat yang direkomendasikan langsung oleh kementerian maupun dinas terkait. Melalui peran ini, pasca dilakukannya peremajaan sawit, perusahaan memberikan jaminan kepastian pasar dengan menyerap hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) petani mitra secara adil dan transparan. Langkah komprehensif dari hulu ke hilir ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat.


Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dida Gardera, menyatakan bahwa pada tahun 2026 pemerintah menetapkan target percepatan penyaluran PSR dengan luasan mencapai 50.000 hektare secara nasional. Akselerasi ini dinilai krusial guna menjaga stabilitas produksi sawit rakyat sekaligus mempertahankan posisi Indonesia di rantai pasok global.


Sebagai perpanjangan tangan pemerintah di sektor perkebunan, kehadiran PTPN IV PalmCo difokuskan pada manajemen peremajaan yang terintegrasi dan pendampingan budi daya yang tepat sasaran. Saat ini, perusahaan tercatat secara aktif mengelola kemitraan Peremajaan Sawit Rakyat untuk kebun sawit rakyat seluas 19.476 hektare, yang melibatkan langsung lebih dari 9 ribu petani mitra.


Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam mendampingi pekebun rakyat bukan lagi sekadar menjalankan penugasan semata. Menjadi mitra teknis sekaligus offtaker adalah sebuah keniscayaan untuk memastikan ekosistem industri sawit yang sehat.
“Kami menegaskan komitmen untuk tumbuh bersama petani sawit rakyat melalui kemitraan yang transparan, produktif, saling menguntungkan, dan berkelanjutan,” kata Jatmiko.


Melalui pendampingan menyeluruh tersebut, lanjut Jatmiko, petani dipastikan mendapatkan akses penerapan standar praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practices). Di saat yang bersamaan, posisi perusahaan sebagai offtaker turut memberikan kepastian pasokan bagi operasional pabrik.
“Bagi PalmCo, kebun rakyat yang produktif dan dikelola secara baik akan memperkuat kontinuitas pasokan TBS sawit sekaligus menjaga kualitas bahan baku yang masuk ke pabrik,” tambahnya.