Kisah Pekerja Ruas Jalan Batas Kota Kabupaten Sanggau-Sekadau Berjuang di Tengah Arus CPO dan BBM

Pekerja jalan nasional ruas Sanggau-Sekadau Kalimantan Barat wajib ekstra waspada. Arus lalu lintas padat serta kendaraan besar angkutan CPO dan BBM sering menerobos bahu jalan. Rambu dan pengaman sesuai SOP sudah terpasang
Pekerja jalan nasional ruas Sanggau-Sekadau Kalimantan Barat wajib ekstra waspada. Arus lalu lintas padat serta kendaraan besar angkutan CPO dan BBM sering menerobos bahu jalan. Rambu dan pengaman sesuai SOP sudah terpasang

SEKADAU, Infokalbar.com – Pekerja ruas jalan batas kota kabuapaten Sanggau-Sekadau, Kalimantan Barat, hadapi tantangan berat. Arus kendaraan besar CPO dan BBM sering rusak hasil cor. Simak kisah lengkapnya.

Matahari belum terlalu tinggi di atas ruas jalan nasional batas kota kabupaten Sanggau-Sekadau, Kalimantan Barat. Namun, deru mesin kendaraan besar sudah terdengar memecah keheningan pagi.

Truk-truk pengangkut CPO dan BBM melintas dengan kecepatan tinggi. Debu beterbangan menutupi pandangan.

Di sisi jalan, sejumlah pekerja tampak sibuk menata cor beton. Keringat bercucuran di wajah mereka.

Tugas mereka tidak mudah. Selain harus menyelesaikan proyek tepat waktu, mereka dituntut ekstra hati-hati. Pasalnya, arus lalu lintas di ruas jalan ini terbilang padat.

Para pekerja sadar betul risiko pekerjaan mereka. Jalan nasional ini merupakan urat nadi perekonomian Kalimantan Barat.

“Ini demi NKRI,” tutur pekerja bernama Aliano Rabu, 14 Oktober 2026.” Jalan inilah merupakan pembuka nadi ekonomi perhuluan”.

Setiap hari, ratusan kendaraan berat melintas. Mulai dari angkutan sawit hingga bahan bakar minyak.

Kendaraan-kendaraan besar itu kerap memakan bahu jalan. Apalagi saat berpapasan dengan kendaraan lain.

Akibatnya, area kerja proyek sering terkena imbas. Pekerjaan cor beton menjadi terganggu. Bahkan, cor-coran belum sempat mengering sudah dilindas ban mobil.
Pekerja pun harus mengulang dari awal. Situasi ini menjadi tantangan harian bagi para kontraktor pelaksana.

Arus Kendaraan Padat

Kepadatan arus lalu lintas di ruas Sanggau-Sekadau memang bukan rahasia lagi. Jalan ini menghubungkan berbagai wilayah strategis di Kalimantan Barat.

Aktivitas ekonomi membuat mobilitas kendaraan sangat tinggi. Truk-truk besar mendominasi. Mereka mengangkut komoditas unggulan daerah.

Kelapa sawit menjadi salah satu muatan utama. BBM menjadi muatan vital lainnya. Kendaraan-kendaraan ini memiliki dimensi besar.

Saat melintas, mereka membutuhkan ruang lebih. Bahu jalan menjadi alternatif. Padahal, bahu jalan sedang dalam proses pengerjaan.

Kondisi ini menciptakan dilema. Di satu sisi, pekerjaan harus selesai. Di sisi lain, arus barang tidak boleh terhenti.

Para pengemudi truk sebenarnya tidak memiliki banyak pilihan. Jalan alternatif minim. Waktu tempuh menjadi pertimbangan utama.

Mereka dituntut cepat sampai tujuan. Namun, kelalaian kecil bisa berakibat fatal. Ban kendaraan melindas beton basah.

Hasil kerja keras pekerja rusak. Waktu terbuang. Biaya membengkak. Pekerja harus memulai lagi.

Kejadian ini berulang hampir setiap hari. Para pekerja mengaku pasrah. Mereka hanya bisa berharap pengemudi lebih berhati-hati.

Kesadaran bersama menjadi kunci. Tanpa itu, proyek jalan ini akan terus menghadapi kendala.

Ada Solusi Juga Harapan

Kontraktor pelaksana sebenarnya tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah dilakukan. Rambu-rambu peringatan dipasang.

Pengaman sesuai standar operasional prosedur telah disiapkan. Petugas pengatur lalu lintas dikerahkan.

Namun, hasilnya belum maksimal. Masih ada saja kendaraan melanggar. Masih ada saja ban melindas area cor.

Pekerja pun kembali harus mengulang. Pemerintah daerah diharapkan turun tangan. Sosialisasi kepada pengemudi perlu ditingkatkan.

Penegakan aturan di lapangan harus diperketat. Kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan. Tanpa itu, pekerjaan jalan akan terus molor. Target penyelesaian bisa terancam.

Masyarakat sekitar juga berperan penting. Kesabaran dan pengertian sangat diharapkan. Proyek ini demi kebaikan bersama.

Jalan bagus akan memperlancar distribusi barang. Ekonomi daerah akan terdongkrak. Akses pendidikan dan kesehatan semakin mudah.

Para pekerja ini berjuang demi masa depan bersama. Mereka rela berpanas-panasan. Mereka rela mengulang pekerjaan.

Demi jalan mulus milik bersama. Sudah sepantasnya kita mendukung. Mari jaga bersama. Patuhi rambu.

Kurangi kecepatan. Hormati pekerja. Dengan begitu, proyek jalan Sanggau-Sekadau bisa selesai tepat waktu.

Hasilnya bisa segera dinikmati. Ekonomi bergerak. Kesejahteraan meningkat. Itulah harapan semua pihak.

(Wawan Daly Suwandi S.Spi)