SINTANG, Infokalbar.com – Viral aksi anak-anak mengeluh soal Jalan Bedayan di Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, mencuatkan reaksi dari Kepala Dinas PUPR Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen.
Ia menghargai aspirasi publik, tapi menyayangkan pelibatan anak-anak dalam kritik yang dinilai kurang mendidik.
“Kami tetap hormati setiap bentuk suara masyarakat. Namun metode penyampaian oleh anak-anak kurang tepat. Mereka belum paham persoalan utuh,” tegas Iskandar Zulkarnaen Minggu, 29 Maret 2026.
Ia juga menjelaskan, opini publik yang berkembang justru mengarah pada penyudutan Gubernur Kalbar, Ria Norsan. Padahal status Jalan Bedayan adalah jalan kabupaten.
Penanganan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sintang, bukan provinsi.
“Jalan nasional, provinsi, dan kabupaten punya kewenangan berbeda. Jalan Bedayan masuk wewenang kabupaten. Ini yang sering keliru,” ucap Iskandar Zulkarnaen menjelaskan.
Ia juga menilai kesalahpahaman itu muncul karena minimnya pemahaman, terutama di kalangan anak yang dijadikan alat menyuarakan kritik.
Iskandar Zulkarnaen juga menekankan peran orang tua dan lingkungan untuk memberikan edukasi sejak dini.
“Anak perlu diarahkan memahami etika bicara berdasar data valid. Opini keliru berpotensi hukum jika merugikan pihak tertentu,” ucap Iskandar Zulkarnaen mengimbau para orang tua.
Dengan nada tegas, Iskandar Zulkarnaen juga menyayangkan ekspos generasi muda dengan cara kurang mendidik.
“Mereka seharusnya dibekali integritas, etika, dan berpikir kritis. Itulah generasi unggul,” tuturnya.
Di sisi lain, Pemprov Kalbar tetap berkomitmen meningkatkan kualitas jalan sesuai kewenangan.
Gubernur Ria Norsan disebut terus mendorong pemerataan infrastruktur di seluruh kabupaten/kota, meski terbatas anggaran.
“Kami maksimal tangani jalan provinsi. Dukungan gubernur besar untuk pembangunan merata,” ujar Iskandar Zulkarnaen.
Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, lebih aktif membimbing anak agar berintegritas, beretika, dan cerdas bersosialisasi.
Hal ini penting menyiapkan generasi muda profesional yang membanggakan daerah, bangsa, dan negara.
Aspirasi boleh, tapi jangan libatkan anak tanpa data. Edukasi lebih utama ketimbang viral sesaat.
(Wawan Daly Suwandi)












