Sanggau, Infokalbar.com – PT ANTAM Tbk. Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Bauksit Kalimantan Barat terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Musyawarah Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (MUSPEMMAS).
Program ini menjadi forum partisipatif yang melibatkan masyarakat dan pemerintah desa, dengan tujuan memastikan program pemberdayaan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga serta selaras dengan rencana pembangunan desa.
Melalui pendekatan tersebut, ANTAM berhasil mengubah pola bantuan yang sebelumnya bersifat konsumtif menjadi produktif, khususnya di sektor peternakan, perikanan, dan pertanian di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau.
Salah satu contoh keberhasilan terlihat di Dusun Mandai, Desa Balai Belungai. Kelompok Budidaya Ayam Petelur Kelawit Mandai yang dipimpin Mujono kini mengelola 226 ekor ayam produktif. Sejak berjalan pada 2025, kelompok ini mampu memproduksi sekitar 200 butir telur per hari dengan harga jual Rp1.800 per butir.

Dalam kurun enam bulan, usaha tersebut berhasil menghasilkan laba bersih hingga Rp10 juta. Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, hasil produksi juga dipasarkan langsung ke warung dan warga sekitar.
Penanggung Jawab Program ANTAM, Munadji, menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya ditentukan oleh bantuan modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan.
“Fokus kami adalah membangun kemandirian. Masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga dibekali pengetahuan mulai dari manajemen pakan, kesehatan hewan, hingga pengelolaan keuangan usaha,” ujarnya, Senin 6 April 2026.
Program serupa juga dikembangkan di Desa Tanjung Bunut melalui Kelompok Tanjung Nila Cingka yang membudidayakan ikan nila menggunakan keramba apung di Sungai Cingka. Selain itu, masyarakat juga didorong mengembangkan sektor hortikultura sebagai sumber ekonomi tambahan.

Di sektor pertanian, Kelompok Ketahanan Pangan yang diketuai Rosban berhasil mengembangkan budidaya cabai rawit dan terong di lahan seluas 306 meter persegi yang kini telah memasuki masa panen.
Sebelumnya, kelompok ini juga mencatat produksi mentimun mencapai 2,96 ton dengan pendapatan sebesar Rp15,6 juta.

“Alhamdulillah, hasil panen sudah bisa dinikmati. Selain menambah pendapatan kelompok, warga juga bisa membeli kebutuhan dapur dengan harga lebih terjangkau,” ujar Rosban.
Kepala Wilayah Dusun Cingka, Mustapa, turut mengapresiasi program tersebut. Ia menilai pendekatan yang dilakukan ANTAM tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat.
“Kami diajak untuk mandiri. Kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah desa ini sangat membantu menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Keberhasilan berbagai program ini dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi pedesaan di Tayan Hilir.
Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan usaha berkelanjutan, membuka lapangan kerja, serta menjadi contoh bagi wilayah lain di Kalimantan Barat.












