LANDAK, Infokalbar.com – Lebih dari delapan dekade berlalu, luka Tragedi Mandor masih membekas dalam sejarah Kalimantan Barat. Peristiwa yang merenggut sekitar 21.037 jiwa itu kembali dikenang dalam Upacara Hari Berkabung Daerah di Makam Juang Mandor, Senin (29/6/2026).
Upacara dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson yang mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak melupakan salah satu tragedi kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi di Bumi Khatulistiwa.
Menurut Harisson, Hari Berkabung Daerah bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari pengorbanan ribuan tokoh masyarakat, pemimpin adat, ulama, raja, sultan, guru, dokter hingga kaum intelektual yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang pada 1943–1944.
“Hari Berkabung Daerah ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjadi pengingat agar kita tidak pernah melupakan pengorbanan para pahlawan Kalbar. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” tegas Harisson.
Ia mengatakan, sejarah kelam tersebut harus terus dikenalkan kepada generasi muda agar semangat perjuangan para pendahulu tidak hilang ditelan zaman.
Menurutnya, perjuangan saat ini memang berbeda dengan masa penjajahan. Jika dahulu para pahlawan mengangkat senjata melawan penjajah, kini generasi muda dituntut berjuang melalui pendidikan, prestasi, menjaga persatuan, dan ikut membangun daerah.
“Kalau dulu para pahlawan berjuang melawan penjajah, sekarang tugas kita belajar sungguh-sungguh, bekerja dengan baik, menjaga persatuan, serta ikut membangun daerah dan negara,” pesannya.
Selain mengenang jasa para pahlawan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga berkomitmen melakukan penataan dan rehabilitasi kawasan Makam Juang Mandor agar menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus pusat edukasi bagi masyarakat.
Harisson berharap kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga ruang belajar bagi pelajar dan mahasiswa untuk memahami besarnya pengorbanan para pejuang Kalimantan Barat.
“Kami ingin Makam Juang Mandor menjadi tujuan wisata sejarah di Kalbar. Generasi muda harus datang ke sini agar memahami betapa mahalnya harga sebuah kemerdekaan,” katanya.
Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat diperingati setiap 28 Juni berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 298 Tahun 2007 sebagai bentuk penghormatan kepada ribuan korban Tragedi Mandor sekaligus pengingat agar nilai persatuan, kemanusiaan, dan semangat perjuangan terus diwariskan kepada generasi penerus.












