JAKARTA – PTPN IV PalmCo memberikan penghargaan Yubileum kepada 3.856 karyawan yang telah mengabdi selama 20 hingga 35 tahun. Penghargaan masa kerja tersebut diserahkan di seluruh regional operasional perusahaan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia pada Agustus 2026.
Pemberian penghargaan menjadi bagian dari komitmen PTPN IV PalmCo sebagai subholding dari Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN Group dalam memenuhi hak pekerja, mengapresiasi loyalitas, serta memperkuat hubungan industrial di tengah proses transformasi perusahaan.
Berdasarkan data internal perusahaan, penerima penghargaan Yubileum terbagi dalam empat kategori masa bakti. Kategori masa kerja 30 tahun menjadi kelompok penerima terbesar dengan 1.740 karyawan, disusul kategori 25 tahun sebanyak 1.665 karyawan.
Sementara itu, penghargaan masa kerja 20 tahun diberikan kepada 253 karyawan dan penghargaan atas pengabdian selama 35 tahun diterima oleh 198 karyawan.
Berdasarkan persebaran wilayah kerja, Regional III Riau mencatatkan penerima terbanyak dengan 1.239 karyawan. Selanjutnya, Regional II Sumatera Utara sebanyak 925 karyawan, Regional I Sumatera Utara sebanyak 813 karyawan, Regional V Kalimantan sebanyak 491 karyawan, dan Regional IV Jambi sebanyak 388 karyawan.
Jaga Stabilitas di Tengah Transformasi
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pemberian penghargaan masa kerja merupakan bagian dari pemenuhan hak sekaligus apresiasi perusahaan terhadap keberlanjutan masa bakti pekerja.
Menurutnya, proses konsolidasi bisnis PTPN setelah pembentukan subholding tidak terlepas dari stabilitas operasional yang selama ini dijaga oleh para pekerja senior di seluruh unit kebun dan pabrik.
“Penggabungan entitas dan integrasi tata kelola dalam beberapa tahun terakhir tentu membawa dinamika tersendiri. Namun, keberadaan 3.856 pekerja yang hari ini menerima penghargaan menjadi bukti bahwa stabilitas di kebun dan pabrik tetap terjaga,” kata Jatmiko melalui keterangan tertulisnya.
Jatmiko menambahkan, dinamika industri kelapa sawit global menuntut perusahaan untuk terus melakukan penyesuaian dalam bidang teknologi dan manajemen tanpa mengabaikan kesejahteraan tenaga kerja.
“Apresiasi ini bukan hanya rutinitas seremoni tahunan. Di tengah transformasi bisnis dan target produktivitas nasional, jaminan atas hak-hak pekerja serta apresiasi atas loyalitas menjadi variabel penting untuk menjaga produktivitas berkelanjutan,” tambahnya.
Perusahaan juga berkomitmen menjaga iklim kerja yang kondusif di seluruh unit operasional. Pengalaman para pekerja senior menjadi modal penting dalam proses transfer pengetahuan kepada generasi pekerja yang lebih muda.
“Tantangan industri ke depan adalah bagaimana mengombinasikan pengalaman lapangan dari karyawan senior dengan inovasi digital yang dibawa oleh generasi baru. Sinergi ini yang kami dorong di seluruh unit kerja,” papar Jatmiko.
Pengabdian 35 Tahun Mengikuti Transformasi Perusahaan
Salah seorang penerima penghargaan masa kerja 35 tahun adalah Marihot Tambunan. Ia merupakan satu dari 43 pekerja di Regional V yang menerima penghargaan untuk kategori masa bakti terlama pada tahun ini.
Marihot mengawali karier sebagai Krani Teknik pada akhir dekade 1980-an di Kebun Tajati, Kalimantan Timur, yang ketika itu masih berada di bawah PT Perkebunan VI (PTP VI).
Seiring perjalanan restrukturisasi BUMN perkebunan, Marihot turut melewati perubahan entitas menjadi PTPN XIII hingga akhirnya terintegrasi ke dalam PTPN IV Regional V melalui pembentukan subholding PalmCo.
“Saya mulai bekerja di Kebun Tajati saat fasilitas dan aksesibilitas wilayah operasional di Kalimantan Timur masih sangat terbatas. Menjalani masa kerja selama 35 tahun membuat saya menyaksikan langsung berbagai fase perubahan organisasi,” ujar Marihot.
Menurut Marihot, setiap fase perubahan dari PTP VI, PTPN XIII, hingga PTPN IV Regional V menuntut para pekerja lapangan untuk terus beradaptasi dengan sistem administrasi dan standar operasional yang berbeda.
“Setiap pergantian struktur tentu ada penyesuaian. Kuncinya di lapangan adalah fokus pada tugas dan menjaga komunikasi antarpekerja. Dari zaman PTP VI hingga PalmCo saat ini, prinsip kerja di perkebunan tetap sama: kedisiplinan dan menjaga kondisi tanaman,” tuturnya.
Marihot mengatakan penghargaan yang diterimanya, baik berupa sertifikat maupun bentuk apresiasi lain dari perusahaan, memberikan manfaat dalam mendukung kesejahteraan keluarganya hingga memasuki masa purnabakti.
“Bagi kami di lapangan, pengakuan atas masa kerja ini tentu memberikan rasa dihargai. Harapan saya, koordinasi antara manajemen dan pekerja di unit kebun dapat terus ditingkatkan agar operasional perusahaan semakin solid,” imbuh Marihot.
Perkuat Hubungan Industrial
Sesuai ketentuan perusahaan, para penerima Yubileum memperoleh penghargaan berdasarkan jenjang masa bakti masing-masing, meliputi sertifikat dan dana penghargaan masa kerja.
Penghargaan diserahkan secara serentak di berbagai unit kebun dan pabrik pengolahan kelapa sawit di seluruh Indonesia setelah upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Penyerahan pada tingkat regional dipimpin oleh masing-masing Region Head dan Manajer Unit untuk memastikan seluruh karyawan penerima memperoleh haknya secara tepat waktu, termasuk mereka yang bekerja di wilayah operasional terpencil.
Dengan jumlah tenaga kerja yang mencapai puluhan ribu orang di seluruh Indonesia, pemberian penghargaan masa kerja tersebut diharapkan dapat memperkuat keselarasan hubungan industrial antara perusahaan dan Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN).
Pengalaman para karyawan senior juga diharapkan menjadi sumber pengetahuan bagi generasi pekerja berikutnya. Kolaborasi lintas generasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelangsungan operasional sekaligus mendukung transformasi PTPN Group menuju perusahaan perkebunan yang semakin produktif, adaptif, dan berkelanjutan.












