PONTIANAK, Infokalbar.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmen kuat dalam memperbaiki infrastruktur jalan provinsi secara menyeluruh. Perbaikan ruas jalan Kembayan-Balai Sebut di Kabupaten Sanggau menjadi salah satu fokus utama tahun ini. Proyek senilai Rp3,7 miliar itu dikerjakan bertahap demi hasil maksimal dan merata.
Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., menyampaikan, peningkatan jalan provinsi dilakukan berkelanjutan di 14 kabupaten dan kota.
Pelaksanaan teknis berada di bawah koordinasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Barat.
Tujuan utamanya memperkuat layanan infrastruktur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen, S.T., M.T., menjelaskan proyek jalan provinsi dikerjakan sesuai pentahapan teknis. Kemampuan keuangan pemerintah turut menentukan ritme pekerjaan.
Prinsip pemerataan menjadi pedoman agar pembangunan tidak timpang antardaerah.
Ruas Kembayan-Balai Sebut digarap kontraktor CV Aneka Karya. Lingkup kerjanya meliputi peningkatan efektif sepanjang 375 meter dan pemeliharaan rutin 54 kilometer. Dua jenis pekerjaan ini berjalan simultan demi menjaga konektivitas tetap lancar.
Iskandar menekankan pentingnya pemahaman publik terhadap keseluruhan proyek. Masyarakat diminta menilai kinerja perbaikan jalan dari total pekerjaan, bukan sekadar panjang fisik peningkatan. Pendekatan ini menghindari kesalahpahaman dan memperkuat dukungan warga.
Pemeliharaan 54 kilometer menjadi bukti perhatian pemerintah pada kondisi eksisting jalan.
Ruas panjang tetap dirawat agar layak dilintasi sambil menunggu giliran peningkatan struktur. Strategi ini menjaga mobilitas ekonomi warga tetap hidup.
Pemprov Kalbar menargetkan tidak ada lagi jalan provinsi rusak parah dalam beberapa tahun mendatang.
Anggaran perbaikan terus diusulkan melalui APBD murni maupun perubahan. Dukungan pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus juga dioptimalkan.
Masyarakat Kembayan dan Balai Sebut menyambut positif progres perbaikan jalan. Aktivitas angkutan hasil kebun dan perdagangan antarkecamatan mulai terasa lebih nyaman. Warga berharap pengerjaan berjalan sesuai jadwal dan mutu terbaik.
Pemerintah daerah mengajak warga ikut mengawasi pelaksanaan proyek. Partisipasi publik menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Laporan masyarakat dapat disampaikan melalui kanal resmi Dinas PUPR atau aplikasi pengaduan provinsi.
Infrastruktur jalan menjadi urat nadi ekonomi pedesaan. Konektivitas lancar menekan biaya distribusi barang dan jasa.
Petani karet, kelapa sawit, dan komoditas unggulan lain merasakan langsung dampak positif perbaikan akses.
Pemprov Kalbar memastikan seluruh proyek jalan dikerjakan sesuai spesifikasi teknis. Pengawasan lapangan diperkuat konsultan independen. Mutu aspal, kepadatan pondasi, dan drainase menjadi perhatian utama tim inspeksi.
Realisasi perbaikan jalan Kembayan-Balai Sebut menjadi bagian dari program besar konektivitas Kalbar. Ruas ini menghubungkan kawasan perkebunan dan permukiman padat. Mobilitas pelajar, pekerja, hingga pelaku usaha bergantung penuh pada kondisinya.
Iskandar menambahkan, efisiensi anggaran tetap dijaga tanpa menurunkan kualitas pekerjaan. Setiap rupiah belanja infrastruktur harus terukur manfaatnya. Evaluasi berkala dilakukan bersama inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan.
Peningkatan jalan provinsi bukan sekadar pembangunan fisik. Dampak sosialnya menciptakan lapangan kerja lokal selama proyek berlangsung.
Warga sekitar dilibatkan sebagai tenaga kerja harian sesuai kebutuhan kontraktor.
Tahap berikutnya, Dinas PUPR akan melanjutkan peningkatan pada titik terparah. Data kerusakan jalan diperbarui melalui survei rutin. Skala prioritas ditetapkan berdasarkan volume lalu lintas dan potensi ekonomi daerah.
Pemprov Kalbar optimistis target jalan mantap terus bertambah setiap tahun. Kolaborasi pemerintah, kontraktor, dan masyarakat menjadi kunci sukses pembangunan. Jalan mulus mempercepat pemerataan hasil-hasil pembangunan.
Ke depan, ruas Kembayan-Balai Sebut diproyeksikan menjadi jalur alternatif strategis. Potensi wisata alam dan agrowisata di sekitarnya ikut terdongkrak. Akses mudah menarik investasi dan kunjungan wisatawan domestik.
Pemerintah provinsi mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga semangat gotong royong.
Pembangunan jalan milik bersama harus dijaga keberlanjutannya. Partisipasi aktif warga menghindarkan infrastruktur dari kerusakan dini akibat beban berlebih.
Realisasi proyek ini diharapkan selesai tepat waktu dan tepat mutu. Pemprov Kalbar memberi tenggat jelas kepada kontraktor pelaksana. Keterlambatan berdampak sanksi administratif hingga pemutusan kontrak.
Dengan semangat pemerataan, Kalimantan Barat menuju era konektivitas makin baik.
Jalan provinsi yang tangguh memperkuat posisi daerah sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat. Ekonomi tumbuh, masyarakat sejahtera, dan layanan publik makin prima.












