PONTIANAK, Infokalbar.com – Kabar mengejutkan sempat menyebar cepat. Proyek pembangunan Jembatan Riam Pangar dengan nilai anggaran Rp10,996 miliar sempat diduga bermasalah. Dugaan ada kecurangan pelaksana hingga dugaan korupsi. PW GNPK-RI Kalbar sempat meminta BPJN memberi penjelasan. Polisi pun diminta meneliti tuntas.
Semua itu ternyata belum berdasarkan data lengkap. Ketua PW GNPK-RI Kalbar, Ellysius Aidy, Senin, 31 Agustus 2026, meluruskan keterangan dalam berita awal bukan pernyataan sumber resmi.
Pemahaman keliru dikarenakan adanya oknum yang mengaku sebagai pengawas ,tapi ternyata tidak paham dengan apa yang sedang dikerjakan di lapangan. Setelah berkoordinasi langsung dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), uraian jelas diterima.
Penggantian Jembatan Riam Pangar menggunakan tanah pilihan di lokasi untuk timbunan oprit. Tanah itu dipadatkan sebelum pekerjaan lapisan pondasi bawah (LPB) dan pekerjaan lapisan pondasi atas(LPA).
Pekerjaan dinilai selesai setelah pengecekan menyeluruh. Berita Acara Serah Terima (BAST) baru dibuat setelah konsultan pengawas beserta PPK menghitung ulang setiap rincian dan tahapan pekerjaan.
Hasil akhir tetap melalui proses audit resmi negara. Tidak ada kerugian keuangan negara. Tuduhan sebelumnya tidak berdasar.
Waspada Informasi Menyesatkan
Kasus ini jadi pelajaran berharga. Berita sensasional sering kali hanya mengandalkan judul memikat demi jumlah pembaca.
Isi belum tentu benar. Masyarakat diajak menerapkan langkah cerdas menerima informasi.
Cek rekam jejak pemberitaan. Percayai media terverifikasi Dewan Pers. Abaikan akun tak jelas identitas atau pesan berantai di grup tertutup.
Jangan terburu mengambil kesimpulan dari judul atau potongan kalimat provokatif. Baca lengkap. Pahami konteks utuh agar tidak keliru paham.
Lihat apakah didukung data nyata atau sekadar memancing emosi. Berita palsu umumnya minim fakta namun sarat kemarahan.
Silakan verifikasi lewat sumber resmi atau layanan periksa fakta. Jangan biarkan jempol bergerak lebih cepat dari akal.
Ragu-ragu lebih baik tidak dibagikan. Pastikan informasi membawa manfaat, bukan keresahan. Menyebarkan berita belum teruji sama saja memperluas kerusakan.
Setiap orang berperan membendung gelombang informasi keliru. Menjadi cerdas di dunia digital bukan sekadar menikmati internet cepat.
Lebih dari itu, menjaga ruang siber tetap bersih dari kebohongan. Akal sehat adalah benteng utama yang tak boleh runtuh hanya karena sensasi sesaat.












