mgid.com, 605850, DIRECT, d4c29acad76ce94f
banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90

Apa Kabar Kasus Penyiram Air Keras Pemred Media Online di Medan?

  • Share
Keterangan foto: Pemimpin Redaksi (Pemred) salah satu media online di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Persada Bhayangkara Sembiring, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK). (Istimewa)
Keterangan foto: Pemimpin Redaksi (Pemred) salah satu media online di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Persada Bhayangkara Sembiring, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK). (Istimewa)

SUMUT, infokalbar.com Seorang Pemimpin Redaksi (Pemred) media online, jelajahperkara.com, di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah mendapat perlakuan tidak manusiawi. Korban atas nama Persada Bhayangkara Sembiring itu diketahui, disiram menggunakan air keras oleh orang tak dikenal (OTK), pada Minggu (25/7/2021) malam lalu. 

Akibatnya, korban pun mendapat luka serius di bagian wajahnya, dan diprediksi tidak dapat sembuh total, kendati telah menjalani operasi.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (30/07/2021), kasus ini bakal terus didalami pihak kepolisian setempat. Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Marpaung mengaku, pelaku penyiram air keras terhadap Persada sudah ditangkap. Pelaku dikatakannya sebanyak empat orang. 

Namun demikian, pihak kepolisian belum mau mengungkap identitas keempat pelaku serta motif dari pelaku melakukan hal tersebut kepada korban, dengan alasan masih dalam pendalaman.

Dia mengatakan, jika nantinya semua pelaku dan otak perencana sudah ditangkap, maka Sat Reskrim Polrestabes Medan akan segera memaparkan kasus ini. 

Dikutip dari Tribunmedan.com, kasus ini terindikasi dilatarbelakangi oleh pemberitaan terkait maraknya kasus judi di Sumut, yang dibuat oleh Persada. Sebelum penyiraman terjadi, korban sempat akan bertemu seorang pria berinisial HS. Ketika menunggu HS itu lah korban disiram air keras. (FikA)

  • Share