SANGGAU, Infokalbar.com – Kondisi jalan menuju pabrik CPO milik PT Jarum di Desa Sijotang, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, dikeluhkan warga. Sejumlah titik jalan dilaporkan berlubang dan dinilai membahayakan pengguna jalan yang setiap hari melintas.
Seorang tokoh masyarakat Dusun Sijotang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, kerusakan jalan tersebut sudah cukup lama dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, hampir di sepanjang ruas jalan menuju pabrik terdapat lubang yang mengganggu aktivitas warga.
“Jalan ini dipakai masyarakat setiap hari. Sekarang kondisinya sudah banyak berlubang dan semakin mengganggu,” ujarnya.
Ia juga menyebut pergantian manajemen perusahaan membuat komunikasi dengan masyarakat belum berjalan optimal. Menurutnya, manajer baru PT Jarum dinilai belum banyak berinteraksi dengan warga sekitar sehingga berbagai keluhan belum mendapat respons yang diharapkan.
Tokoh masyarakat itu juga mengungkapkan, beberapa waktu lalu sempat terjadi upaya penutupan akses jalan oleh seseorang. Namun, tidak lama kemudian pembatas tersebut kembali dibuka.
Apabila kondisi jalan terus dibiarkan tanpa perbaikan, kata dia, sebagian warga berencana menempuh jalur adat sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Bahkan, menurutnya, tidak menutup kemungkinan akses menuju pabrik akan ditutup apabila tidak ada penyelesaian dari pihak perusahaan.
Selain persoalan jalan, masyarakat juga mempertanyakan realisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan. Menurut warga, program CSR pernah dirasakan masyarakat ketika pabrik masih dikelola perusahaan sebelumnya. Namun setelah pengelolaan beralih ke PT Jarum, warga mengaku tidak lagi mengetahui perkembangan maupun realisasi program tersebut.
“Yang kami pertanyakan bukan hanya jalan, tapi juga CSR. Masyarakat ingin tahu bagaimana pelaksanaannya karena kami yang tinggal paling dekat dengan pabrik juga merasakan dampaknya,” kata tokoh masyarakat tersebut, Senin, 6 Juli 2026.
Warga menilai aktivitas kendaraan pengangkut tandan buah segar (TBS), minyak sawit mentah (CPO), maupun janjang kosong setiap hari turut mempercepat kerusakan jalan serta menimbulkan debu yang berdampak terhadap lingkungan sekitar.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Jarum belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan maupun pelaksanaan program CSR. Infokalbar masih berupaya memperoleh konfirmasi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang sesuai ketentuan kode etik jurnalistik.












