Berita  

Pencurian Bibit Sawit Marak Terjadi, Tapi Pelakunya Jarang Terungkap

Keterangan foto: Pencuri sawit. (Ilustrasi/Istimewa)
Keterangan foto: Pencuri sawit. (Ilustrasi/Istimewa)

SANGGAU, infokalbar.com – Tak bisa dipungkiri, bahwa meningkatnya perekonomian masyarakat petani di Kabupaten Sanggau terutama petani kelapa sawit, dikarenakan harga tanda buah segar (TBS) yang terus naik hingga mencapai diatas Rp 3000 per-kilogramnya.

Namun seiring dengan peningkatan tersebut, tidak serta merta dapat menghilangkan penyakit masyarakat–yang dilakukan oleh segelintir orang–untuk melakukan pencurian bibit kelapa sawit.

Parahnya, pencurian bibit kelapa sawit ini tak hanya dilakukan terhadap pemilik bibit perorangan, akan tetapi juga terhadap sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di wilayah hukum Polres Sanggau.

Bahkan menurut keterangan salah seorang pelaku usaha yang menolak untuk disebutkan namanya mengatakan, bibit sawit yang sudah ditanam juga habis dicabut oleh pelaku pencurian.

“Yang sudah ditanam pun habis dicabut oleh pencuri,” ujarnya.

Terpisah, sumber lainnya, Nando Manurung bercerita kepada Infokalbar.com, bahwa belum lama ini dirinya juga merupakan korban dari pencurian bibit kelapa sawit.

“Bibit kelapa sawit milik saya yang sudah berumur 6 sampai 7 bulan disimpan di samping rumahnya, belum lama ini, habis diangkut si pencuri,” ujar warga Dusun Tanjung Merpati Kecamatan Kembayan ini dengan nada kesal.

Menurut Manurung, walaupun jumlahnya relatif tidak banyak, namun perilaku pencuri tersebut sangat membuatnya kecewa.

“Saya hanya berharap pihak kepolisian  mampu mengungkap dan menangkap pelakunya,” jelas Manurung. (Wan Daly)

Leave a Reply

Your email address will not be published.