banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
Berita  

Sengketa Tanah yang Tak Kunjung Usai

KUBU RAYA, infokalbar.com – Sengketa tanah yang yang terjadi pada Aset Yayasan Hidayatussibyan yang terletak di Wilayah Desa Sui Ambangah, Kecamatan Sui Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), tak kunjung usai hingga saat ini.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu Pimpinan LPI Hidayatussibyan, Nurjali kepada media ini, Sabtu (18/6/2022), dengan mengatakan bahwa mengenai sengketa lahan itu masing-masing kedua belah pihak mengklaim kalau tanah itu miliknya.

“Karena mereka sama-sama merasa memiliki Surat Keterangan Tanah (SKT) yang sah di Tanah tersebut, hanya saja terdapat perbedaan pada Tahun diterbitkannya SKT itu,” ujarnya.

Sejak kepala desa yang pertama menjabat yaitu Yusuf Abu Bakar dan Kepala Desa ketiga, Sopian Hanipan, diduga bahwa kedua kepala desa tersebut pada masa kepemimpinannya telah menerbitkan SKT tersebut. 

Ia menambahkan, sengketa Tanah ini terjadi mulai dari tahun 2000 hingga sekarang masih terus bergejolak.

“Selain itu kami juga sering difitnah dan diintimidasi oleh sebagian warga kampung Sasi yang tidak tahu-menahu akan masalah ini,” jelasnya.

“Sebagai ahli waris dari H Abd Hakim, kami mempertahankan Hak kami kepada Abdullah yang berkeras mengklaim bahwa Tanah itu adalah Tanahnya sedangkan dia bukan sebagai Ahli Waris dari Safi’i Penerima Wakaf dari Nasuki,” ujarnya. 

Maka dari sini, lanjutnya, pihaknya dapat mengambil kesimpulan, karena SKT dari Nasuki yang ditandatangani tangani oleh Kepala Desa Sopian Hanipan pada 23 Februari 2005–kemudian diwakafkan kepada Safi’i itu dinilai cacat hukum.

“Karena tahun penerbitannya lebih awal sementara punya kami atas nama H Abd Hakim pada tanggal 15 Juli 1997 yang diterbitkan oleh Kepala Desa Sui Ambangah yang pertama bernama Yusuf Abu Bakar,” katanya.

“Selain itu di dalam surat kami, Nasuki sebagai Saksi yang bertanda tangan sah diatas Materai 1000 yang tercantum dalam SKT milik kami saat ini dan masih dalam keadaan utuh,” urainya.

“Kami juga berharap permasalahan ini segera berakhir dan ada titik terangnya serta kami meminta agar pihak terkait serta pihak berwenang segera memediasi dengan duduk bersama dalam mencarikan solusi terbaik sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” tutupnya. (NJ/MH)

Leave a Reply

Your email address will not be published.