Ngopi Bareng Masyarakat Sungai Kunyit, Kapolres Mempawah Diganjar Sepuluh Pertanyaan Seputar Kamtibmas dan Pelayanan

  • Share

MEMPAWAH, infokalbar.com – Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah kembali menggelar acara “ngopi bareng” masyarakat di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Jumat (25/11/2022). Kali ini, “ngopi bareng” dipusatkan di warkop milik A Kadir Jaelani, Dusun Semudun.

Ngopi bareng Kapolres Mempawah dengan masyarakat Kecamatan Sungai Kunyit ini dikemas dengan tajuk “Jum’at Curhat”. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Quick Wins Presisi pada program 2 Optimalisasi Pelayanan Publik.

Dalam kesempatan itu, AKBP Fauzan mendengarkan satu persatu curhatan maupun pertanyaan masyarakat seputar keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan juga pelayan kepolisian.

Secara umum terdapat sedikitnya sepuluh pertanyaan yang disampaikan masyarakat kepada Kapolres Mempawah. Diantaranya, pertama soal adanya beban biaya psikologi sebesar Rp 150 ribu dan biaya kesehatan sebesar Rp 50 ribu sebagai syarat pengurusan SIM. 

Kedua terkait batas usia minimal syarat dapat memiliki SIM, ketiga soal kewajiban penggunaan helm baik dekat maupun jauh oleh Polri, keemat terkait bagaimana menyikapi adanya perbedaan pemahaman agama di masyarakat, kelima tentang upaya menekan maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Sungai Kunyit.

Kemudian keenam mengenai pembuangan sampah sembarangan, ketujuh soal desa-desa di sepanjang pesisir pantai yang masyarakatnya banyak melakukan penambangan pasir dengan dalih mencari nafkah, kedelapan terkait permasalahan tanah di Desa Bukit Batu yang berhubungan dengan proyek pembangunan PSN PT BAI.

Selanjutnya kesembilan, adanya Pos Polisi di Desa Semudun yang kosong karena tidak ada anggota yang ditempatkan. Kesepuluh, soal masalah mutasi, dimana agar bhabinkamtibmas yang ditempatkan di suatu wilayah tidak cepat dimutasi, karena alasan sudah menyatu dengan masyarakat, dimana banyak persoalan yang bisa selesai karena dibantu oleh bhabinkamtibmas.

Mendapati banyaknya pertanyaan dari masyarakat, Kapolres Mempawah pun mencoba mengurai satu persatu jawabannya. Dimulai dari terkait dengan keluhan masyarakat terhadap adanya biaya psikologi dalam pengurusan SIM akan diteruskan ke pimpinan dan satuan atas, karena ini salah satu kebijakan pemerintah.

Kedua, terkait penggunaan helm, kata AKBP Fauzan, bahwa kewajiban penggunaan helm terhadap pengendara dengan tujuan untuk menjaga keselamatan masyarakat apabila terjadi laka lantas. 

“Rumor yang berkembang bahwa apabila terjadi laka lantas hal pertama yang dilihat adalah bukan yang salah, tetap siapa yang parah,” kata dia.

Mengenai masalah batas usia untuk dapat memiliki SIM, terang AKBP Fauzan, yaitu 17 tahun, dengan tujuan untuk memastikan bahwa pengendara ranmor tersebut sudah cukup dewasa mengendarai ranmor di jalan raya, sehingga sadar akan keselamatan baik diri sendiri maupun orang lain.

“Masalah penanganan kasus peredaran narkoba, saya sampaikan ucapan terima kasih kepada warga Kecamatan Sungai Kunyit yang selama ini sangat mendukung pada saat Satresnarkoba Polres Mempawah melakukan penindakan para pelaku,” kara AKBP Fauzan memberikan apresiasi.

Selanjutnya, terkait dengan pengelolaan sampah dan budaya menjaga lingkungan, sejauh ini sudah diadakan program “SABTU atau Sapu Bersih Tempat Usaha”, dimana hal tersebut dilakukan sebagai sarana edukasi memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya.

“Terkait dengan adanya penambangan pasir ilegal di wilayah pantai Desa Sungai Kunyit II, akan segera dilakukan pengecekan agar bisa segera dicegah supaya tidak meluas,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Mempawah juga menyampaikan bahwa saat ini tahapan pesta demokrasi sudah dimulai, tahun depan ada pilkades serentak. Ia pun meminta agar masyarakat senantiasa menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang sifatnya memprovokasi.

“Kedepan Mempawah banyak investasi terkait dengan adanya pelabuhan kijing, para investor hanya satu pertanyaannya, masalah keamanan, oleh karena itu agar masyarakat dapat memelihara situasi yg sudah kondusif sehingga iklim investasi juga berkembang dan masyarakat agar siap menerima perubahan tersebut dan produktif,” kata Kapolres Mempawah menjawab soal polemik seputar investasi.

Kemudian masalah penempatan personel di pos-pos polisi, AKBP Fauzan menyatakan kalau saat ini jumlah personel Polres Mempawah memang masih terbatas.

Lebih lanjut terkait keberadaan bhabinkamtibmas, AKBP Fauzan menyatakan, adanya bhabinkamtibmas, semua persoalan harus bisa dipecahkan di wilayah desa binaannya. “Ucapan terima kasih masyarakat sudah memberikan apresiasi kepada bhabinkamtibmas, sikap polisi tidak terlepas dari perilaku masyarakat,” ujarnya.

Sebelum menutup sambutannya, Kapolres Mempawah menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Mempawah yang telah mendukung Polres Mempawah dalam menjaga dan memelihara situasi kamtibmas tetap kondusif. Kapolres Mempawah juga menyampaikan 

permohonan maaf karena sampai saat ini Polri belum bisa maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kedepan Kapolres Mempawah berharap informasi-informasi dan masukan dari masyarakat tetap diharapkan, bukan hanya informasi yang manis-manis, namun persoalan yang pahit pun agar disampaikan.

Sebelumnya, tampak hadir dalam acara tersebut para PJU Polres Mempawah, Kapolsek Sungai Kunyit, Danramil Sungai Kunyit, para kades dan BPD. se-kecamatan Sungai Kunyit, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh Etnis.

Dalam kesempatan yang sama pula, Kapolres Mempawah bersama jajarannya juga menyampaikan Nomor WA pengaduan masyarakat yang langsung dengan Kapolres Mempawah, yaitu 081258889110. (FikA)

  • Share