KOTA PONTIAK, Infokalbar.com – Demi menjawab tantangan jurnalistik di era disruptif dipenuhi arus informasi cepat dan teknologi Artificial Intelligence (AI), Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi mendukung penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Dukungan penuh ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekosistem media yang sehat, berintegritas, dan profesional di Bumi Khatulistiwa.
UKW yang dijadwalkan berlangsung pada 19-20 September 2025 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Kota Pontianak, menjadi wadah strategis untuk mengukur dan mengvalidasi kemampuan teknis serta etika profesi para pewarta berita.
Gubernur Ria Norsan menekankan, peningkatan kapasitas ini penting agar wartawan mampu menyaring dan menyajikan informasi yang baik dan benar kepada publik.
Mengenal Apa Itu UKW
Uji Kompetensi Wartawan (UKW) merupakan suatu mekanisme pengujian standar yang dirancang untuk mengukur kemampuan seorang wartawan dalam memahami, menguasai, dan menegakkan prinsip-prinsip profesi jurnalistik.
UKW bukan sekadar ujian formal, melainkan penentu kewenangan dan pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki, sehingga dapat membedakan antara wartawan profesional dan amatir.
Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Profesor Doktor Moestopo (Beragama) Jakarta adalah institusi penyelenggara yang berwenang secara nasional.
Kolaborasi antara LUKW, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalbar, dan Pemerintah Daerah menandakan keseriusan seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan dunia pers.
Sekilas Jenjang Kompetensi
UKW memiliki tiga tingkatan yang disusun secara berjenjang, merefleksikan depth of knowledge dan pengalaman lapangan.
- Jenjang Muda
Merupakan level dasar bagi wartawan pemula yang telah memiliki pengalaman kerja minimal. Ujian pada level ini menguji pemahaman dasar-dasar jurnalistik seperti teknik reportase, penulisan berita straight news, etika pers, dan kode etik jurnalistik.
- Jenjang Madya
Untuk naik ke jenjang ini, seorang wartawan harus telah lulus UKW Muda dan memiliki pengalaman kerja minimal tiga tahun setelahnya. Materi ujian mencakup analisis isu yang lebih kompleks, penulisan feature investigatif, manajemen redaksi, dan penanganan berita sensitif.
- Jenjang Utama
Ini adalah puncak kompetensi kewartawanan. Syaratnya, peserta harus telah lulus UKW Madya dan memiliki pengalaman kerja tambahan minimal dua tahun.
Ujian pada jenjang utama menantang peserta dengan studi kasus strategis, kebijakan media, leadership dalam jurnalisme, serta kontribusi bagi pengembangan profesi secara keseluruhan.
Sistem yang berjenjang ini memastikan bahwa peningkatan karier wartawan didasarkan pada meritokrasi dan penguasaan keilmuan, bukan sekadar lamanya tahun bekerja.
Dukungan Penuh Full
Gubernur Ria Norsan menyampaikan dukungannya pada Jumat, 12 September 2025. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa kehadiran AI dan platform digital bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dihadapi dengan kompetensi yang mumpuni.
“Intinya peningkatan kapasitas wartawan itu penting. Supaya menyampaikan informasi baik dan benar. Apalagi saat ini era AI,” tegas Gubernur Gubernur Ria Norsan di hadapan para panitia dan perwakilan media Infokalbar.com.
Pernyataan ini sangat relevan mengingat maraknya misinformasi dan disinformasi yang diperparah oleh teknologi.
Wartawan yang kompeten diharapkan dapat menjadi gatekeeper yang tangguh, menggunakan tools AI untuk mendukung pekerjaan mereka, bukan menggantikan peran substantif seperti verifikasi dan analisis etis.
Info Persiapan Tuntas
Wawan Suwandi, selaku Plt Ketua PWI Kalbar dan Ketua Panitia UKW, menyatakan bahwa semua persiapan telah dilaksanakan dengan matang.
Kerjasama yang solid antara Panitia UKW PWI Kalbar dan LUKW FIKOM Universitas Moestopo memastikan jalannya ujian sesuai dengan protokol dan jadwal yang telah ditetapkan.
“Dengan ini disampaikan bahwa pelaksanaan UKW Insya Allah dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan dan disepakati,” ujar Wawan Suwandi dengan penuh keyakinan.
Yang membanggakan, antusiasme wartawan Kalimantan Barat sangat tinggi. “Peserta UKW diperkirakan puluhan. Ini terbesar seluruh Indonesia,” tambahnya.
Fakta bahwa Kalbar menjadi penyelenggara dengan partisipan terbanyak secara nasional pada periode ini adalah bukti nyata semangat belajar dan profesionalisme yang tinggi di kalangan wartawan daerah.
Makna Strategis Membumi
Penyelenggaraan UKW di Kalimantan Barat memiliki makna yang sangat strategis setidaknya dalam tiga dimensi.
Pertama, dari sisi profesi, UKW memberikan jalan klarifikasi bagi masyarakat untuk membedakan mana wartawan yang benar-benar kompeten dan mana yang mengaku-aku. Sertifikat kompetensi menjadi bukti pengakuan negara atas keahlian yang dimiliki.
Kedua, dari sisi industri media, pemilik media memiliki acuan yang jelas dalam merekrut dan menempatkan SDM. Wartawan bersertifikat dapat menjadi aset berharga untuk meningkatkan kredibilitas media tersebut di mata pembaca dan pemasang iklan.
Ketiga, dari sisi pembaca, publik dapat lebih percaya dan yakin bahwa informasi yang mereka konsumsi berasal dari sumber yang telah teruji, melalui proses yang memenuhi standar kebenaran, akurasi, dan keadilan. Ini adalah fondasi bagi demokrasi yang sehat.
Dukungan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan terhadap UKW bukanlah sebuah dukungan seremonial belaka.
Ini adalah sebuah pernyataan politik budaya bahwa informasi adalah urusan yang sangat serius. Bukan main-main.
Di tangan wartawan yang kompeten, informasi menjadi pencerah yang membangun peradaban. Sebaliknya, di tangan yang salah, informasi bisa menjadi petaka.
Oleh karena itu, Uji Kompetensi Wartawan 2025 di Pontianak harus dipandang sebagai sebuah festival literasi media dan perayaan atas komitmen untuk menjunjung tinggi kebenaran.
Ini adalah investasi besar untuk membentengi ruang publik di Provinsi Kalimantan Barat dari kabut kabar bohong.
Ini juga sekaligus menyambut masa depan jurnalisme yang lebih terpercaya dan bermartabat hingga akhir hayat. (M Tasya)












