KAPUAS HULU, Infokalbar.com – Kabupaten Kapuas Hulu sudah hampir delapan tahun mengalami krisis dokter spesialis mata. RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau hingga kini belum memiliki tenaga ahli tersebut, membuat masyarakat kesulitan mendapatkan layanan kesehatan mata.
Akibatnya, pasien terpaksa dirujuk ke kabupaten lain seperti Sintang atau bahkan ke Pontianak, yang jaraknya jauh dan membutuhkan biaya besar. “Kami kecewa sekali karena kalau mau berobat mata di sini tidak bisa. Terpaksa harus ke luar daerah,” keluh Dewi Sri, warga Putussibau, Minggu (28/9/2025).
Kepala Bagian Tata Usaha RSUD dr. Achmad Diponegoro Paulus Miki, menjelaskan ada dua kendala utama. Pertama, belum ada dokter spesialis mata yang bersedia bertugas di Kapuas Hulu. Kedua, bidang ini tidak termasuk dalam Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) Kemenkes yang ditujukan untuk pemerataan layanan di daerah.
Padahal menurut Paulus, rumah sakit sudah memiliki ruang dan fasilitas peralatan kesehatan mata. “Kami siap mendukung dengan gaji, tunjangan, rumah dinas, dan kendaraan dinas bagi dokter yang mau bertugas di sini,” katanya.
Masyarakat berharap Pemkab Kapuas Hulu menjadikan masalah krisis dokter spesialis mata ini sebagai prioritas agar akses layanan kesehatan bisa lebih merata.
(Abang Amrullah)








