Imigrasi Entikong Turut Rayakan Peresmian Rumah Betang Bidayuh di Perbatasan

Imigrasi Entikong Turut Rayakan Peresmian Rumah Betang Bidayuh di Perbatasan.

Entikong, Infokalbar.com – Suasana di Dusun Labak Nyeru, Kecamatan Entikong, Selasa (11/11/2025), terasa berbeda. Musik tradisional dan aroma masakan khas Dayak Bidayuh memenuhi udara saat masyarakat adat menggelar peresmian Rumah Betang Bidayuh Labak Nyeru simbol kebersamaan dan identitas budaya di perbatasan Indonesia–Malaysia.

Dari pagi, masyarakat mulai berdatangan. Tokoh adat, pejabat daerah, hingga perwakilan instansi vertikal hadir bergiliran. Salah satunya Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, yang dipimpin langsung oleh Henry Dermawan Simatupang. Kehadiran pihak imigrasi kali ini bukan sekadar seremonial, tapi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya dan penguatan hubungan sosial di wilayah perbatasan.

Rumah Betang yang baru diresmikan itu menjadi simbol penting bagi masyarakat Bidayuh. Bukan hanya tempat tinggal, tapi juga ruang kebersamaan — tempat nilai-nilai gotong royong, musyawarah, dan adat istiadat diwariskan ke generasi muda.

“Rumah Betang adalah lambang persatuan kami. Di sinilah kami berkumpul, bermusyawarah, dan menjaga tradisi,” kata salah satu tokoh adat usai peresmian.

Henry Dermawan menilai pelestarian budaya lokal memiliki makna besar bagi ketahanan sosial masyarakat di perbatasan. Ia menegaskan, memahami nilai-nilai adat justru menjadi kunci menjaga keamanan dan keharmonisan di wilayah yang menjadi gerbang utama Indonesia dengan Malaysia itu.

“Kita ingin sinergi antara lembaga pemerintah dan masyarakat semakin kuat. Imigrasi tak hanya bicara soal dokumen lintas batas, tapi juga tentang manusia dan kebudayaannya,” ujarnya.