SANGGAU, Infokalbar.com – Infrastruktur transportasi menjadi tulang punggung kemajuan suatu wilayah. Di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, denyut nadi perekonomian kini mengalir lebih lancar.
Ruas jalan penghubung Kembayan–Balai Sebut, sebelumnya kerap jadi keluhan pengguna, akhirnya berubah wajah. Permukaannya mulus, kuat, siap menopang mobilitas warga dan arus barang.
Keberhasilan ini buah dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengalokasikan dana signifikan dalam APBD 2025.
Dana Anggaran Digelontor
Pemprov Kalimantan Barat tidak main-main. Tahun anggaran 2025, pemerintah menyiapkan dana besar, mencapai Rp9 miliar lebih.
Dana anggaran ini khusus dialokasikan untuk peningkatan kualitas ruas jalan strategis sepanjang Kembayan menuju Balai Sebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalbar, Iskandar Zulkarnaen, S.T., M.T., menegaskan komitmen ini.
“Peningkatan ruas jalan Kembayan–Balai Sebut menggunakan sumber dana APBD Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2025. Pekerjaan telah dilaksanakan kontraktor pelaksana,” tutur Iskandar Zulkarnaen, S.T., M.T kepada Infokalbar.com Kamis, 22 Januari 2026.
Pernyataan ini sekaligus menepis keraguan publik tentang realisasi dana anggaran infrastruktur.
Alokasi dana tepat sasaran ini menunjukkan keseriusan pemprov membuka isolasi wilayah dan mendorong pertumbuhan dari daerah.
Kontraktor Kerja Cepat
Proyek strategis dipercayakan kepada CV Rustam Alfazza Konstruksi. Perusahaan ini resmi berkontrak pada 3 September 2025, berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor 620/08/SPMK/KBY-BLS/PUPR-B/2025.
Selaku Site Manager, Arif, memastikan pelaksanaan berjalan tepat waktu. Pekerjaan fisik dimulai 9 September 2025, berfokus pada peningkatan struktur jalan dari STA 26+195 hingga 27+495.
“Selain peningkatan struktural, kami melakukan pekerjaan fungsional hingga STA 54+000. Seluruh pekerjaan telah sesuai kontrak,” jelas Arif.
Efisiensi waktu menjadi kunci. Masa kontrak yang ditetapkan dipatuhi tanpa negosiasi tambahan.
Hasilnya, ruas jalan sepanjang itu tidak hanya jadi lebih baik, tetapi juga selesai tepat waktu. Kecepatan pengerjaan minimalkan gangguan terhadap aktivitas warga.
Kualitas hasil pekerjaan terlihat jelas. Lapisan permukaan jalan lebih padat, tahan terhadap cuaca ekstrem dan beban kendaraan berat.
Ini menjadi modal penting bagi Kabupaten Sanggau, wilayah dengan potensi pertanian dan perkebunan besar. Pengiriman komoditas seperti kelapa sawit, karet, dan lada kini bisa lebih efisien.
Warga Sambut Suka Cita
Dampak langsung terasa di masyarakat. Urban, seorang warga Balai Sebut, menyatakan kegembiraannya. Sebagai pengguna jalan sekaligus penerima manfaat, ia merasakan perubahan signifikan.
“Kami sambut baik penyelesaian proyek ini. Lalu lintas kini lancar, perjalanan lebih nyaman dan aman. Waktu tempuh pun lebih singkat,” ujar Urban.
Kelancaran transportasi bukan sekadar urusan kenyamanan. Bagi warga, ini tentang akses mudah ke pusat layanan kesehatan, pendidikan, dan pasar.
Jalan mulus berarti biaya logistik turun, harga kebutuhan pokok lebih stabil, dan kesempatan ekonomi terbuka lebar.
Namun, harapan warga tidak berhenti di situ. Urban menyampaikan aspirasi untuk pembangunan berkelanjutan.
“Ke depan, pemerintah provinsi diharapkan tetap perhatikan dan alokasikan anggaran bertahap. Tujuannya, peningkatan jalan Kembayan–Balai Sebut bisa dilakukan secara menyeluruh dan efektif,” tambahnya.
Pernyataan ini merepresentasikan keinginan masyarakat akan pembangunan infrastruktur yang komprehensif, bukan sekadar tambal sulam.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Penyelesaian proyek ini ibarat menyambung urat nadi perekonomian Sanggau. Jalan sebagai prasarana dasar memiliki efek berganda (multiplier effect).
Sektor perdagangan mendapat stimulus positif. Pedagang antar kecamatan kini bisa memperluas jangkauan pasar. Hasil bumi dari pedesaan lebih cepat sampai ke pusat pengumpulan, menjaga kualitas dan harga.
Dari sisi sosial, jalan berkualitas mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. Tingkat kelelahan pengendara berkurang, meningkatkan keselamatan.
Bagi pelajar dan tenaga kesehatan, mobilitas lancar berarti akses lebih baik menuju masa depan dan pelayanan. Infrastruktur baik juga mencegah urbanisasi besar-besaran, karena kaum muda melihat peluang di daerah sendiri.
Proyek ini menjadi bukti nyata anggaran daerah digunakan untuk membangun peradaban. Jalan bukan sekadar aspal, tetapi simbol keterhubungan, kesetaraan akses, dan keadilan pembangunan.
Keberhasilan peningkatan jalan Kembayan–Balai Sebut diharapkan jadi pemicu bagi daerah lain.
Pembangunan infrastruktur transportasi harus merata, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, melalui Dinas PUPR, telah memberi contoh konkret. Kolaborasi dengan kontraktor pelaksana berjalan sinergis.
Monitoring dan evaluasi ketat memastikan hasil optimal. Kini, roda-roda kendaraan melintas lancar di ruas jalan itu, membawa harapan baru bagi Sanggau.
Jalan mulus itu bukan akhir, melainkan awal dari gerak maju menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan bersama.
(Wawan Daly Suwandi S.Psi)












