SPBU di Kembayan Sanggau Disorot, Antrean BBM Mengular Sementara Jerigen Tetap Dilayani

Ket Foto: Sejumlah orang sedang mengisi bbm ke dalam jerigen dan drum dengan jumlah yang besar, di Kembayan Kabupaten Sanggau, Minggu 22 Maret 2026.

Kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang di wilayah Kembayan, Kabupaten Sanggau, kini menuai sorotan. Di saat masyarakat harus mengantre sejak pagi hingga sore, SPBU dengan nomor registrasi 64.785.09 justru diduga masih melayani pengisian menggunakan jerigen dalam jumlah besar.

Sanggau, Infokalbar.com – Kondisi sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) semakin dirasakan masyarakat di wilayah Kembayan. Antrean panjang kendaraan tampak mengular di SPBU sejak pagi hari, bahkan sebagian warga mengaku harus menunggu hingga berjam-jam untuk bisa mendapatkan BBM.

Fenomena ini terjadi di tengah tekanan global terhadap pasokan energi, termasuk dampak konflik dan perang di sejumlah kawasan dunia yang memengaruhi stabilitas distribusi minyak. Namun di tingkat lokal, situasi ini diduga diperparah oleh praktik yang tidak sesuai aturan.

Berdasarkan dokumentasi yang beredar, terlihat aktivitas pengisian BBM menggunakan jerigen dan drum dalam jumlah besar di SPBU 6478509 Kembayan. Sejumlah kendaraan tampak membawa wadah penampungan, sementara pengisian berlangsung di area yang sama dengan antrean kendaraan umum.

Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat yang merasa diperlakukan tidak adil. “Kami antre lama, kadang sampai siang baru dapat. Tapi ada yang isi pakai jerigen banyak, itu yang bikin cepat habis,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu, 22 Maret 2026.

Secara regulasi, pengisian BBM menggunakan jerigen seharusnya tidak dilakukan secara bebas dan wajib memenuhi ketentuan tertentu. Jika praktik tersebut benar terjadi tanpa pengawasan ketat, maka berpotensi menimbulkan penyalahgunaan distribusi, termasuk penimbunan atau penyaluran ke pihak tertentu.

Dari sisi distribusi, pembelian dalam volume besar menggunakan jerigen dapat mempercepat habisnya stok BBM harian di SPBU.
Akibatnya, masyarakat umum yang bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari menjadi pihak yang paling dirugikan.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait pengawasan di lapangan. Di tengah kondisi krisis, seharusnya distribusi BBM diprioritaskan untuk kebutuhan langsung masyarakat, bukan justru membuka celah praktik yang berpotensi merugikan publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU 6478509 maupun instansi terkait mengenai dugaan praktik tersebut. (Tasya)