SANGGAU – Fertival rakyat pada hari ulang tahun RI ke 81 di kabupaten Sanggau, rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 19 sampai dengan 22 Agustus 2026 di Taman Aronk Belopa Kota Sanggau
Dinilai membebani pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan harga sewa stand mencapai Rl 5,5 juta. Padahal acara tersebut sudah dianggakan APBD sebesar Rp160.595.000.
Kondisi tersebut menimbukan keprihatinan dan pertanyaan dari sejumlah pelaku UMKM. Mereka mengapa masih harus membayar sewa stand dengan harga yang dinilai cukup tinggi, sementara kegiatan festival telah mendapatkan dukungan anggaran dari APBD.
Shopiar Juliansyah Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Sanggau, menjelaskan bahwa penyediaan tenda atau stand dalam kegiatan tersebut dilakukan melalui pihak ketiga. Bahwa anggaran APBD sebesar Rp160.595.000 tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan operasional panitia penyelenggara kegiatan. “Anggaran yang ada itu untuk operasional panitia penyelenggara acara seperti Panggung,sound system listrik dan lain-lain sedangkan masalah tenda itu melalui pihak ketiga,” jelas Shopiar.
Dengan demikian, biaya sewa stand yang dibayarkan pelaku UMKM bukan merupakan bagian dari penggunaan APBD. Karena APBD hanya untuk operasional panitia.
Berkaitan dengan fasilitas tenda yang disediakan melalui pihak ketiga. Meski demikian, tarif sewa hingga Rp5,5 juta tetap menjadi sorotan, terlebih, tujuan Festival Rakyat salah satunya diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM lokal. Biaya sewa yang terlalu tinggi dikhawatirkan dapat membuat sebagian pelaku usaha kecil mengurungkan niat untuk ikut berpartisipasi.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan mekanisme kerja sama dengan pihak ketiga berjalan transparan.
Penjelasan mengenai penggunaan APBD sebesar Rp160.595.000 juga penting agar masyarakat dan pelaku UMKM dapat memahami peruntukan anggaran tersebut.
Festival Rakyat Kabupaten Sanggau dijadwalkan berlangsung selama empat hari di Taman Aronk Belopa. Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang promosi dan pemasaran produk UMKM Sanggau.
Dengan adanya transparansi antara anggaran pemerintah dan biaya fasilitas yang dikelola pihak ketiga, diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat maupun pelaku UMKM terkait pelaksanaan festival tersebut.












