PONTIANAK, Infokalbar.com – Pagi itu,Jumat 26 September 2025, udara di Aula Garuda Gedung Terpadu terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan karena matahari, melainkan oleh haru dan semangat yang memadati ruangan.
Di hadapan puluhan pasang mata penuh doa, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan berdiri tegak, namun sorot matanya menyiratkan rasa bangga yang bercampur getir melepas 121 putra-putri terbaik Kalbar menuju Pekan Olahraga Nasional (PORNAS) KORPRI XVII di Palembang Sumatera Selatan.
Di sudut ruangan, terdengar isak tertahan. Seorang ibu menahan air mata ketika menatap anaknya, seorang ASN muda, yang kini berdiri gagah mengenakan jaket kontingen.
Baginya, keberangkatan sang anak bukan sekadar perjalanan olahraga, melainkan pengorbanan.
“Bapak tak bisa ikut, tapi doa kami selalu di belakangmu,” bisiknya pelan, nyaris tak terdengar di tengah riuh tepuk tangan.
Harapan Seorang Pemimpin
Gubernur Ria Norsan melangkah maju, menggenggam bendera kontingen. Dalam genggaman itu, tergambar beban sekaligus kebanggaan.
“Kalau tahun lalu kita di peringkat sembilan, tahun ini kita harus berjuang agar masuk lima besar,” ucapnya.
“Pergilah dengan semangat, pulanglah membawa kebanggaan, bukan hanya medali, tetapi integritas, ia berpesan”
Kata-kata itu disambut tatapan mata yang menyala. Para atlet guru, perawat, staf pemerintahan, dan pegawai biasa mendengarkan dengan dada berdegup.
Mereka bukan atlet profesional, melainkan ASN yang rela berlatih selepas jam kantor, di sela tugas melayani masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menanggung seluruh pembiayaan melalui dana hibah APBD. Namun perjuangan terbesar tetaplah pada mental dan tekad para atlet.
Mereka harus berlatih keras, menjaga tubuh tetap prima, dan meninggalkan keluarga dalam beberapa pekan ke depan.
Sebuah Cinta untuk Daerah
Palembang, dengan riuh Jembatan Ampera dan aroma pempek, menanti. 8.000 peserta dari seluruh Indonesia akan berkumpul 5-11 Oktober 2025.
Kalbar akan tampil di 12 cabang olahraga, dari futsal hingga renang, dengan target melampaui prestasi PORNAS 2023: 2 emas, 1 perak, 3 perunggu.
Namun, lebih dari sekadar angka, misi mereka adalah mengibarkan nama Kalimantan Barat di langit nasional.
Doa yang Mengiringi
Ketika upacara pelepasan usai, para atlet berpelukan dengan keluarga. Ada tawa, ada air mata, ada doa yang melangit.
Gubernur Ria Norsan menatap pemandangan itu, terdiam sejenak. Baginya, ini bukan sekadar melepas kontingen.
Ini adalah melepas mimpi dan harapan ribuan orang Kalbar. “Kita tidak hanya mengejar medali, kita membawa nama baik daerah, menunjukkan bahwa ASN Kalimantan Barat berintegritas dan sehat,” kata Gubernur Ria Norsan.
Saat bus-bus kontingen perlahan meninggalkan halaman kantor gubernur, puluhan tangan melambai.
Ada yang menahan tangis, ada yang bersorak penuh semangat. Di balik kaca bus, wajah-wajah atlet memantulkan tekad yang sama: mengukir sejarah untuk Kalbar.
Perjalanan mereka adalah kisah tentang cinta pada daerah, dedikasi tanpa pamrih, dan keberanian meninggalkan kenyamanan demi sebuah kebanggaan bersama.
Ketika mereka pulang nanti, entah membawa medali emas atau tidak, Kalbar telah menang, menang dalam semangat, dalam kebersamaan, dan dalam integritas yang tak ternilai.
Bahwa olahraga bukan hanya soal fisik, melainkan perjalanan jiwa. Sebuah cerita yang meneguhkan.
Sebab, ASN Kalimantan Barat adalah pejuang sejati, dan Palembang menjadi panggung tempat mereka menorehkan harapan seluruh Bumi Khatulistiwa. (M Tasya)












