SANGGAU, Infokalbar.com – Terungkapnya pengangkutan 126 karung pupuk subsidi di Kecamatan Sekayam mulai memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Banyak warga menilai kasus ini tidak sesederhana yang terlihat di lapangan.
Pasalnya, jumlah pupuk yang diamankan tergolong besar. Karena itu, muncul pertanyaan bagaimana ratusan karung pupuk subsidi tersebut bisa sampai diangkut menggunakan dump truk sebelum akhirnya terdeteksi aparat kepolisian.
Sejumlah warga yang ditemui mengaku heran. Menurut mereka, pupuk subsidi merupakan barang yang pendistribusiannya diawasi dan diperuntukkan bagi petani yang berhak. Namun dalam kasus ini, jumlah yang diamankan mencapai 126 karung.
“Kalau jumlahnya segitu, rasanya sulit kalau hanya melibatkan satu atau dua orang saja bang. Pasti ada proses panjang sebelum pupuk itu sampai diangkut,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan kepada Infokalbar, Minggu pagi 14 Juni 2026.
Kecurigaan serupa juga ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat kecamatan Sekayam. Mereka berharap penyelidikan tidak berhenti pada pihak yang diamankan saat pengangkutan, tetapi juga menelusuri siapa pemilik pupuk tersebut, dari mana asalnya, dan akan dibawa ke mana.
Menurut warga, pertanyaan-pertanyaan itu penting dijawab agar tidak menimbulkan berbagai asumsi di tengah masyarakat. Terlebih selama ini masih sering terdengar keluhan petani terkait ketersediaan pupuk subsidi saat musim tanam.
“Yang ditunggu masyarakat sekarang bukan cuma siapa yang diamankan, tapi siapa yang sebenarnya berada di belakang distribusi pupuk itu,” kata warga lainnya.
Kasus ini sendiri bermula setelah aparat menerima informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan pengangkutan pupuk subsidi dalam jumlah besar di wilayah Jalan Lintas Malenggang, Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam, Selasa (9/6/26).
Saat dilakukan pengecekan, polisi menemukan satu unit dump truk yang mengangkut 126 karung pupuk subsidi. Selain barang bukti pupuk, petugas juga mengamankan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan pengangkutan tersebut.
Kini penanganan perkara telah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Sanggau untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Masyarakat berharap aparat mampu mengungkap kasus tersebut secara terbuka dan menyeluruh. (Tasya)












