PONTIANAK, Infokalbar.com – Asosiasi Masyarakat Penambang Tradisional (AMPETRA) Indonesia kembali menunjukkan taringnya sebagai organisasi masyarakat yang solid. Di bawah komando Ketua Umum Yusran, AMPETRA tampil percaya diri dengan visi kepemimpinan kuat.
Semangat kebersamaan menjadi fondasi utama. Kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa menjadi tujuan akhir. Bukan sekadar jargon, melainkan komitmen nyata di lapangan.
Kabar terbaru datang dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) AMPETRA Provinsi Kalimantan Barat.
Ketua DPW AMPETRA Kalimantan Barat, Anton, memberikan keterangan resmi pada Selasa, 6 Oktober 2026 saat menghadiri undangan PARAJE di Istana Surya Negara Sanggau.
Kini, pihaknya tengah mematangkan susunan pengurus. Nama-nama kandidat sedang digodok intensif. Proses ini krusial demi menghasilkan struktur solid.
Pengukuhan akan dilakukan langsung oleh Yusran. Lokasi sudah pasti. Kota Pontianak menjadi saksi sejarah.
“Pengukuhan akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Kota Pontianak,” ujar Anton dengan tegas.
Anton menaruh harapan besar. Kehadiran AMPETRA harus memberi dampak positif. Masyarakat luas adalah prioritas utama. Negara juga mendapat manfaat langsung.
“Harapannya dengan adanya AMPETRA dapat memberikan kontribusi terhadap masyarakat dan negara,” tambahnya.
Pernyataan ini menegaskan posisi AMPETRA sebagai mitra strategis pemerintah. Bukan sekadar organisasi penambang biasa. Melainkan kekuatan ekonomi rakyat.
Sosok Tony Candra, Wakil Ketua DPW AMPETRA Kalimantan Barat, menambah kekuatan kepengurusan. Fokusnya jelas.
Mengembangkan perekonomian masyarakat. Sasaran spesifik adalah para pekerja. Mereka tergabung dalam koperasi AMPETRA.
Koperasi ini memiliki legalitas hukum resmi. Payung hukum menjadi jaminan keamanan. Anggota bisa bekerja tenang.
Pendapatan meningkat. Kesejahteraan pun terwujud. Ini bukan janji kosong. Melainkan langkah konkret.
Kembali ke visi kepemimpinan Yusran. Ketua Umum AMPETRA Indonesia ini punya pandangan jauh ke depan.
Pondasi organisasi harus kokoh. Hal ini tercermin dari pernyataan resminya.
“Organisasi yang kuat lahir dari struktur yang solid, disiplin anggota, dan komitmen terhadap tujuan bersama,” tegas Yusran.
Kalimat ini bukan sekadar retorika. Ini adalah mantra organisasi. Tiga pilar utama dijunjung tinggi. AMPETRA Indonesia menjalankan roda organisasi dengan prinsip jelas.
Pilar pertama adalah Solid. Membangun kesatuan dan struktur organisasi kuat. Tanpa soliditas, organisasi rapuh.
Pilar kedua adalah Disiplin. Menanamkan kedisiplinan tinggi di setiap lini anggota. Disiplin adalah kunci keberhasilan. Pilar ketiga adalah Komitmen.
Menjaga komitmen bersama mencapai tujuan organisasi. Komitmen adalah bahan bakar semangat. Ketiga pilar ini menjadi tritunggal kekuatan AMPETRA.
Tagline organisasi menjadi penyemangat. “Bersama AMPETRA, Berkontribusi untuk Negeri, Salam Ibu Pertiwi”. Semboyan ini menggema di setiap kegiatan.
AMPETRA Indonesia di bawah kepemimpinan Yusran terus berupaya. Memperkuat peran aktif anggotanya.
Memberikan sumbangsih positif bagi masyarakat dan negara. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan zaman.
Penambang tradisional naik kelas. Mereka bukan lagi penonton. Melainkan aktor utama pembangunan.
Dinamika organisasi ini menarik dicermati. AMPETRA hadir sebagai wadah aspirasi. Penambang tradisional punya rumah. Mereka punya suara.
Mereka punya kekuatan kolektif. Ke depan, tantangan semakin kompleks. Namun AMPETRA optimistis.
Dengan struktur solid, disiplin tinggi, dan komitmen kuat, tujuan bersama pasti tercapai. Masyarakat sejahtera. Negara kuat. Salam Ibu Pertiwi.












