Berita  

Lagi! Babinsa Koramil 12 Air Besar Bersama Tim Patroli Terpadu Temukan Sejumlah Aktivitas Ilegal di Wilayah Cagar Alam

LANDAK, infokalbar.com – Kegiatan patroli dengan sasaran wilayah Cagar Alam Gunung Nyiut yang berada di sekitar Dusun Perbuak, Desa Merayuh, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, oleh Babinsa Koramil 1201-12/Air Besar, Prajurit Kepala (Praka) Yudi Ariyanto bersama tim patroli terpadu yang terdiri dari Bhabinkamtibmas dan Polhut Balai KSDA serta Yayasan Planet Indonesia (YPI), memasuki hari terakhir, pada Sabtu, 26 Maret 2022.

Untuk diketahui, bahwa hutan Cagar Alam Gunung Nyiut memiliki luas areal sekitar 124.000 hektar. Hutan ini membentangi tiga kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, diantaranya Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Bengkayang.

Penetapan status kawasan ini sebagai cagar alam didasari oleh Surat Keputusan Direktur Jenderal Kehutanan Nomor. 2240/DJ/l/1981 tanggal 15 Juni 1981 dan kemudian ditetapkan kembali melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 059/Kpts-II/1988 tanggal 29 Februari 1988. Secara administrasi, Cagar Alam Gunung Nyiut ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 259/Kpts-II/2000 tanggal 23 Agustus 2000. 

Cagar Alam Gunung Nyiut memiliki topografi berbentuk perbukitan dengan lereng yang curam. Cagar alam tersebut memiliki beragam jenis flora dan fauna yang eksotis dan berpotensi langka. Sungguhpun demikian, tetap saja, masih terdapat tangan-tangan jahil yang ingin merusaknya.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Babinsa Yudi–dimana dalam kegiatan patroli terpadu tersebut, pihaknya masih menemukan adanya aktivitas dari oknum masyarakat yang sangat bertentangan dengan hukum, dimana telah terjadi ‘pembukaan’ lahan di wilayah Cagar Alam Gunung Nyiut–yang bahkan hingga dijadikan sebagai lokasi perkebunan kelapa sawit.

Tak hanya itu, tim juga menemukan dugaan adanya aktivitas ilegal lainnya. Yakni dengan didapatinya satu set alat pengolah kayu dan juga bukti berupa tumpukan kayu balok olahan di sekitar lokasi.

“Tim patroli terpadu menemukan adanya usaha masyarakat untuk menguasai hutan Cagar Alam Gunung Nyiut, yang sudah ditanami kelapa sawit, serta sebuah pondok tempat menaruh alat atau mesin pengolah kayu balok,” terang Babinsa Yudi.

Sebelumnya, kegiatan patroli yang dilakukan oleh tim patroli terpadu itu juga dibarengi dengan memberikan imbauan kepada masyarakat serta penekanan kepada aparat desa setempat, agar selalu aktif melakukan pengawasan terhadap upaya pengrusakan hutan cagar alam.

“Imbauan terus dilakukan kepada masyarakat, agar bersama-sama kita menjaga kelestarian cagar alam di wilayah kita ini,” katanya.

Pada tempat berbeda, Kepala Dusun (Kadus) Perbuak, Sindy Oktavia menyatakan, bahwa dirinya sudah sering memberikan pemahaman kepada warga agar tidak melakukan aktivitas melanggar hukum di areal Cagar Alam Gunung Nyiut. Namun masih saja ada oknum yang melanggarnya.

Diluar dari adanya temuan sejumlah aktivitas ilegal di wilayah Cagar Alam Gunung Nyiut oleh Babinsa Koramil 1201-12/Air Besar dan tim, Sindy juga berharap agar pemerintah terkait dapat memberikan perhatiannya untuk keberlangsungan dan kelestarian Cagar Alam Gunung Nyiut.

“Semoga pemerintah dapat memperhatikan wilayah cagar alam ini, serta memperbaiki akses jalan dari kecamatan menuju ke kampung atau dusun tempat kami ini,” tutup Kadus Sindy. (1201-12/Pendim 1201-Mph/Rilis/FikA)