Berita  

Kejari Kapuas Hulu Tahan Tersangka Inisial G Terkait Kasus Korupsi Pembangunan Terminal Bunut Hilir

KAPUAS HULU, infokalbar.com – Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu kembali membuktikan janjinya, “bahwa Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tidak berdiri sendiri”–dengan menahan satu orang tersangka lagi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Terminal Bunut Hilir tahun 2018, berinisial G, pada Rabu tanggal 30 Maret 2022.

Melalui keterangan pers yang diterima redaksi, penahanan tersangka yang dilakukan oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Kapuas Hulu tersebut dalam upaya penegakan hukum, setelah melakukan serangkaian tindakan penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: ND-05/O.1.16/Fd.1/02/2022 tanggal 07 Februari 2022. 

Setelah yakin dengan mengumpulkan alat bukti yang cukup kuat dan melakukan pemeriksaan terhadap 27 saksi–baik dari pejabat maupun swasta–tim penyidik pun melakukan penahanan terhadap G, lantaran diduga kuat terkait pada kasus pembangunan atau penimbunan Terminal Bunut Hilir tahun anggaran 2018, yang bersumber dari APBD Kabupaten Kapuas Hulu. 

Tersangka G disangkakan melanggar pasal 2 dan pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Tindak Pidana Korupsi. 

Kasi Intelijen Kejari Kapuas Hulu, Adi Rahmanto menyampaikan, bahwa tersangka G merupakan PPK dalam kegiatan pembangunan atau penimbunan terminal Bunut Hilir tahun anggaran 2018. 

Karena perbuatan yang telah dilakukan oleh tersangka G, menyebabkan negara mengalami kerugian sebesar Rp 316.742.294,68 (tiga ratus enam belas juta tujuh ratus empat puluh dua ribu dua ratus sembilan puluh empat koma enam puluh delapan sen).

Selanjutnya, terhadap tersangka G, dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari kedepan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Putussibau–sebelum nantinya akan dipindahkan ke Rutan Pontianak untuk menyusul kedua terdakwa lainnya, yakni S dan LS, yang saat ini telah menghadapi persidangan di PN Tipikor Pontianak.

“Perkara atas nama tersangka G akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pontianak untuk dilakukan penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu,” jelas Adi Rahmanto. (M Tasya)