ENTIKONG, Infokalbar.com – Matahari Minggu itu enggan menampakkan diri sepenuhnya. Kabut tipis masih menyelimuti Jalan Lintas Malindo, Entikong—sebuah kota kecil di Kalimantan Barat yang lebih terkenal sebagai gerbang narkoba daripada destinasi wisata.
Di balik senyapnya pagi, tiga orang sedang sibuk memainkan peran mereka dalam drama yang sudah terlalu sering ditonton oleh BNN: pengiriman paket spesial.
Tapi, kali ini, paketnya bukan sembarang paket. Dua kilogram Metamphetamine atau shabu—cukup untuk membuat satu kampung terbang ke bulan—bersembunyi di balik bungkusan yang seharusnya tidak menarik perhatian. Sayangnya, nasib berkata lain.
BNNP Kalbar bukanlah pemain baru di panggung perang narkoba. Sejak lama, mereka tahu bahwa Entikong adalah hotspot perdagangan gelap.
Informasi dari masyarakat—yang mungkin sudah muak melihat generasi muda hancur karena shabu—menjadi kunci.
Tim intelijen bergerak diam-diam, mengawasi setiap gerak-gerik mencurigakan.
Mereka tahu, modusnya selalu sama: paket kiriman, jalur tikus, dan oknum yang merasa dirinya tak akan pernah terjamah hukum.
Penangkapan Lebih Mirip Skenario Film
Pukul 15.00 WIB, tiga nama masuk dalam daftar buruan:
Agus alias Babe (63) – Si kakek yang ternyata masih energik dalam bisnis haram.
Melki Rotine (28) – Otak lapangan yang merasa dirinya mastermind, sampai akhirnya tertangkap di penginapan murah.
Hendra (26) – Kurir yang mungkin sedang berharap ini adalah pengiriman terakhirnya.
Dari tangan Agus, petugas menemukan dua bungkus shabu yang disembunyikan di rerumputan—seolah-olah rumput itu akan berkata, “Aku tidak mau terlibat!”
Hendra, sang kurir, langsung ngibrit (bersaksi) bahwa dia hanya diperintah Melki. Sementara Melki—yang mungkin terlalu sering menonton film Narcos—berpikir penginapan Scorpio adalah markas yang aman.
Tapi, BNN bukan polisi biasa. Mereka sudah hafal setiap alasan, setiap dalih, dan setiap kebohongan.
BNN Kalbar berharap ini menjadi pukulan telak bagi jaringan narkoba.
Tapi, di sudut lain, mungkin sudah ada Agus-Agus baru, Melki-Melki baru, dan Hendra-Hendra baru yang sedang merancang episode berikutnya.
BNN Kalbar berterima kasih pada masyarakat yang berani melapor. Tapi, mereka juga ingin lebih banyak lagi warga yang tidak tutup mata.
“Narkoba tidak hanya merusak pemakai, tapi juga masa depan anak cucu kita,” begitulah kira-kira pesan mereka.












