KIPRAH Jumadi Dirikan STT Grace International Untuk Jawab Kebutuhan SDM Unggul Sanggau

Melihat sepak terjang Jumadi, S.Sos., M.Pd., langkahnya mendirikan STT Grace International bukanlah sebuah kejutan. Latar belakang pendidikannya di bidang Sosial dan Pendidikan telah membentuknya menjadi pribadi yang peduli dengan pembangunan manusia secara utuh.
Melihat sepak terjang Jumadi, S.Sos., M.Pd., langkahnya mendirikan STT Grace International bukanlah sebuah kejutan. Latar belakang pendidikannya di bidang Sosial dan Pendidikan telah membentuknya menjadi pribadi yang peduli dengan pembangunan manusia secara utuh.

SANGGAU, Infokalbar.com – Senyumnya mengembang, penuh kebahagiaan yang tertata. Secangkir kopi panas di mejanya belum tersentuh, seolah menemani semangatnya yang membara.

Ia adalah Jumadi, S.Sos., M.Pd., seorang visioner yang namanya mulai dikaitkan dengan sebuah terobosan besar dalam dunia pendidikan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Bersama Pendeta Petrus Musa, pria ini menginisiasi berdirinya Sekolah Tinggi Teologi (STT) Grace International di bawah naungan Yayasan Warisan Perjuangan Hidup (Y-WPH).

Kampus yang rencananya akan secara resmi diluncurkan pada Rabu, 3 September 2025 mendatang ini, bukan sekadar tambahan jumlah perguruan tinggi.

STT Grace International hadir dengan sebuah misi mulia mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya unggul dan berdaya saing, tetapi juga penuh integritas.

Ini Visi Sang Perintis

Dalam sebuah percakapan eksklusif kepada Infokalbar.com Selasa, 26 Agustus 2025, Jumadi memaparkan visi yang mendalam. Baginya, pendirian STT Grace International adalah panggilan jiwa.

“STT ini didedikasikan untuk mempersiapkan SDM yang unggul dan berdaya saing di dalam mengintegrasikan berbagai nilai-nilai universal untuk kebaikan masyarakat Sanggau khususnya,” ujar Jumadi dengan nada tegas namun penuh ketulusan pada Selasa, 26 Agustus 2026.

Pernyataannya bukan tanpa dasar. Ia melihat potensi besar yang dimiliki anak-anak muda Sanggau dan Kalimantan Barat secara keseluruhan.

Namun, potensi itu perlu diasah dengan pisau ketajaman ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan yang kuat.

STT Grace International hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, sebuah wadah yang tidak hanya mencetak akademisi tetapi juga pemimpin yang berkarakter.

Dari Yayasan ke Kampus

Yayasan Warisan Perjuangan Hidup (Y-WPH) yang didirikan oleh Jumadi dan rekan-rekannya telah lama menjadi pionir dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Langkah pendirian perguruan tinggi adalah sebuah evolusi logis dari perjuangan yayasan tersebut.

Dari fokus pada pemberdayaan, Y-WPH kini bergerak lebih maju dengan menyentuh akar permasalahan pendidikan.

STT Grace International merupakan manifestasi dari keyakinan bahwa investasi terbesar untuk memutus mata rantai keterbelakangan dan keterpurukan adalah dengan membangun manusia dari dalam.

Lokasinya yang berada di Kompleks Pendidikan WPH, Desa Semboja, Sanggau, dipilih secara strategis untuk memberikan akses pendidikan yang lebih merata, tidak hanya berpusat di kota besar.

Filosofi Pendidikan

Apa yang membedakan STT Grace International dengan lembaga pendidikan lainnya? Jawabannya terletak pada filosofi pendidikannya yang dalam dan aplikatif.

Jumadi dengan jelas mendefinisikan hal ini. “STT Grace International memposisikan dirinya sebagai lembaga pendidikan yang memahami bahwa pendidikan adalah senjata dan obat penawar keterpurukan sosial,” tegasnya.

Pernyataan tersebut powerful dan penuh makna. Pendidikan sebagai senjata berarti ia adalah alat untuk berjuang, membekali setiap individu dengan kompetensi dan keahlian untuk bersaing di era global.

Sementara pendidikan sebagai obat penawar menekankan pada perannya sebagai penyembuh luka-luka sosial seperti kebodohan, kemiskinan struktural, dan intoleransi.

Pendekatan integratif yang diusung—menggabungkan ilmu teologi dengan nilai-nilai universal seperti etika, kemanusiaan, dan leadership—diharapkan dapat melahirkan lulusan yang holistik; cerdas intelektual, emosional, dan spiritual.

Catat! Ini Agenda Peluncuran

Momen bersejarah pendirian STT Grace International akan ditandai dengan acara Launching pada Rabu, 3 September 2025.

Acara yang akan berlangsung di Kompleks Pendidikan WPH, Semboja, Sanggau ini tidak hanya merupakan seremoni internal.

Jumadi menyatakan bahwa acara tersebut akan dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan unsur Forkompimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Sanggau.

Kehadiran para pemangku kepentingan daerah ini menunjukkan dukungan positif dan pengakuan terhadap kontribusi yang diharapkan dari hadirnya STT Grace International bagi kemajuan daerah.

Ini adalah sinyal kuat bahwa lembaga pendidikan ini lahir tidak hanya dari inisiatif komunitas, tetapi juga selaras dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM.

Dampak Untuk Sanggau

Kehadiran sebuah perguruan tinggi baru selalu membawa angin segar bagi perkembangan sebuah daerah.

Bagi Sanggau, dampak yang diharapkan dari STT Grace International bersifat multi sektoral.

Pertama, dari sisi ekonomi. Keberadaan kampus akan menggerakkan ekonomi lokal di sekitar Semboja. Mulai dari sektor transportasi, warung makan, rental rumah, hingga usaha-usaha jasa lainnya akan mendapat dampak positif.

Kedua, dari sisi sosial budaya. STT Grace International yang mengusung nilai-nilai integratif akan menjadi melting pot yang mempertemukan berbagai latar belakang suku dan budaya di Kalbar.

Ini akan memperkuat fabric sosial masyarakat dan menjadi contoh nyata kehidupan yang harmonis.

Ketiga, dan yang paling utama, adalah dampak intelektual. Sanggau akan memiliki pusat produksi ilmu pengetahuan dan pencetak calon-calon pemimpin masa depan.

Lulusan STT Grace diharapkan tidak hanya mencari kerja, tetapi lebih jauh lagi, menciptakan lapangan kerja dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Jejak Sang Visioner

Melihat sepak terjang Jumadi, S.Sos., M.Pd., langkahnya mendirikan STT Grace International bukanlah sebuah kejutan.

Latar belakang pendidikannya di bidang Sosial dan Pendidikan telah membentuknya menjadi pribadi yang peduli dengan pembangunan manusia secara utuh.

Gelar Sarjana Sosial (S.Sos.) dan Magister Pendidikan (M.Pd.) yang disandangnya bukan sekadar titel, tetapi bekal ilmu yang dia aplikasikan secara nyata melalui Y-WPH dan sekarang, STT Grace International.

Dedikasinya menunjukkan bahwa ia adalah seorang praktisi pendidikan yang memahami betul kebutuhan riil di lapangan, jauh dari menara gading akademisi yang hanya berteori.

Pendirian STT Grace International oleh Jumadi dan Yayasan Warisan Perjuangan Hidup (Y-WPH) adalah sebuah narrative of hope bagi Sanggau dan Kalimantan Barat.

Ini adalah cerita tentang bagaimana sebuah visi yang jelas, didukung oleh komitmen yang kuat, dapat mewujudkan sebuah institusi yang berpotensi mengubah wajah daerah.

Lebih dari sekadar berita tentang peluncuran kampus, ini adalah feature tentang ketahanan, optimisme, dan keyakinan bahwa pendidikan adalah fondasi terkuat untuk membangun peradaban.

Seluruh mata kini tertuju pada Semboja, menantikan bagaimana STT Grace International akan mewujudkan mimpinya menjadi “obat penawar keterpurukan sosial” dan melahirkan generasi penerus yang unggul, tidak hanya untuk Sanggau, tetapi untuk Indonesia dan dunia. (Wawan Daly Suwandi)