PONTIANAK, Infokalbar.com – Gelombang respon positif terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat Kalimantan Barat terhadap kinerja pasangan Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan.
Dalam kurun waktu kepemimpinannya, duet ini dinilai berhasil membawa angin segar pembangunan, khususnya di bidang sosial ekonomi, serta yang tak kalah penting: merajut harmoni dalam keberagaman multi etnis yang menjadi ciri khas bumi Khatulistiwa.
Sorotan atas kesuksesan ini tidak hanya datang dari masyarakat awam, tetapi juga dari para pengamat dan praktisi.

Salah satunya, Gonesimo Halawa, S.H., seorang praktisi hukum asal Kabupaten Landak, yang memberikan penilaian objektif dan optimistis terhadap masa depan Kalimantan Barat.
Profil Kepemimpinan Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan
Pasangan Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan memimpin Kalimantan Barat dengan gaya yang khas membaur dan membangun dari bawah.
Latar belakang mereka yang memahami betul dinamika masyarakat Kalbar menjadi modal utama dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.
Gubernur Ria Norsan, dengan ketegasannya, fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur dan birokrasi yang bersih.
Sementara, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, yang karib disapa Kris, memanfaatkan kemampuannya dalam berdiplomasi dan membangun komunikasi dengan semua elemen masyarakat.
Kombinasi ini melahirkan pemerintahan yang tidak hanya bekerja secara teknis tetapi juga menyentuh hati warganya.
Kebijakan-kebijakan yang diambil selalu melalui proses pertimbangan yang matang, mempertimbangkan aspek sosial budaya, dan ditujukan untuk pemerataan pembangunan hingga ke daerah tertinggal.
Sinergi Multi Etnis
Kalimantan Barat adalah miniatur Indonesia sejati. Di sana, berdampingan suku Melayu, Dayak, Tionghoa, Madura, Jawa, dan banyak lagi.
Sejarah membuktikan bahwa mengelola keberagaman ini bukanlah hal yang mudah. Namun, di bawah kepemimpinan Ria-Kris, semangat persatuan justru menguat.
“Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur dinilai masyarakat mampu mempersatukan multi etnis dalam membangun Kalbar saat ini dan ke depan,” ujar Goniesimo Halawa.
Pernyataan tersebut bukanlah isapan jempol semata. Pemerintah provinsi aktif menggelar festival budaya yang melibatkan semua etnis, mendorong dialog antarkelompok, dan memastikan setiap kebijakan tidak bersifat diskriminatif.
Dalam setiap pidato resmi, kedua pemimpin selalu menekankan bahwa perbedaan adalah anugerah yang harus dikelola untuk membangun kekuatan kolektif.
Pendekatan inklusif ini yang membuat masyarakat merasa memiliki dan dilibatkan secara aktif dalam proses pembangunan.
Pilar Penopang Stabilitas Daerah
Salah satu strategi kunci yang terus dipegang teguh oleh Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan adalah memperkuat sinergi dengan semua pihak, terutama melalui Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Menciptakan sinergisitas dengan semua pihak serta Forkopimda merupakan pilar utama dalam membangun Kalbar,” tegas Halawa.
Forkopimda Provinsi, yang terdiri dari Gubernur, Ketua DPRD, Kapolda, Kepala Kejaksaan Tinggi, dan Pangdam, adalah engine penggerak koordinasi tingkat tinggi.
Forum ini berfungsi sebagai tempat konsolidasi untuk membahas dan menunjang penyelenggaraan urusan pemerintahan umum, menjaga stabilitas keamanan, dan mencari solusi terpadu untuk setiap masalah daerah.
Dengan komunikasi yang lancar di level pimpinan, implementasi kebijakan menjadi lebih cepat dan terhindar dari hambatan birokrasi atau koordinasi.
Membangun dari Desa ke Kota
Klaim bahwa kondisi sosial ekonomi Kalimantan Barat berada dalam tren positif memiliki dasar yang kuat.
Goniesimo Halawa secara gamblang menyatakan, “Terus terang, Kalimantan Barat saat ini merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang sosial dan ekonominya cukup baik.”
Beberapa capaian yang bisa dilihat antara lain:
Pertumbuhan Ekonomi: Terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, didorong oleh sektor perkebunan (kelapa sawit, karet), pertambangan, dan pariwisata.
Pembangunan Infrastruktur: Proyek-proyek infrastruktur jalan, jembatan, dan pelabuhan terus dikebut untuk membuka isolasi daerah terpencil dan memperlancar distribusi barang.
Pemberdayaan UMKM: Pemerintah gencar memberikan pelatihan, akses permodalan, dan pemasaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Investasi: Iklim investasi yang semakin kondusif berkat perizinan yang semakin dipermudah melalui sistem online, menarik minat investor dari dalam dan luar negeri.
Pembangunan ekonomi yang inklusif menjadi prioritas, di mana pertumbuhan tidak hanya dinikmati oleh masyarakat di kota-kota besar seperti Pontianak, tetapi juga merata hingga ke kabupaten-kabupaten.
Pendapat dari Gonesimo Halawa, S.H., sebagai seorang praktisi hukum, memberikan perspektif yang sangat berharga. Ia melihat bahwa stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi mustahil dicapai tanpa penegakan hukum yang adil dan pasti.
Menurutnya, kepemimpinan Ria-Kris telah menciptakan ekosistem dimana hukum ditegakkan untuk melindungi masyarakat dan dunia usaha, bukan untuk ditakuti.
“Keberhasilan dalam bidang sosial ekonomi ini juga tidak lepas dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan kepastian hukum dan keamanan bagi warganya. Ini adalah fondasi yang crucial bagi setiap pembangunan,” tambah Halawa.
Dukungan dari aparat penegak hukum melalui koordinasi Forkopimda membuat Kalimantan Barat menjadi daerah yang aman dan nyaman untuk berinvestasi dan tinggal.
Menjaga Momentum Pembangunan
Meskipun mendapat banyak pujian, tentu saja masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Tantangan ke depan semakin kompleks, seperti menjaga kelestarian lingkungan di tengah gencarnya pembangunan, mengatasi kesenjangan digital, dan mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.
Masyarakat Kalimantan Barat berharap momentum positif ini dapat terus dijaga. Kepemimpinan yang fokus pada persatuan, didukung oleh sinergi yang solid dengan Forkopimda dan semua stakeholder, menjadi modal berharga untuk mewujudkan Kalimantan Barat yang lebih maju, adil, dan sejahtera untuk semua anak negeri.
Dukungan masyarakat yang terus menyertai menjadi bukti bahwa langkah yang diambil oleh Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan berada pada jalur yang benar.
Mereka tidak hanya memimpin, tetapi juga menginspirasi seluruh elemen untuk bersama-sama mengukir sejarah kemajuan di Kalimantan Barat. (Wawan Daly Suwandi)












