Kapuas Hulu, Infokalbar.com – Setiap kali banjir tiba, warga di Kecamatan Semitau harus berjibaku menyeberangi jalan yang tergenang. Kendaraan kerap terhenti, distribusi barang tersendat, harga kebutuhan pokok pun melonjak. Situasi ini sudah lama jadi keluhan masyarakat pedalaman Kapuas Hulu.
Harapan mulai muncul ketika Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, meninjau pembangunan peningkatan Jembatan Sejiram–Semitau, Minggu (14/9). Proyek yang dibiayai APBD Kalbar 2025 ini dirancang untuk menjadi solusi permanen atas masalah banjir tahunan.
“Setiap kali banjir, masyarakat kesulitan melintas. Karena itu, jembatan ini kami tinggikan elevasinya,” ujar Norsan saat berada di lokasi.
Ia menambahkan, jembatan kayu lama akan diganti dengan rangka baja agar lebih kokoh dan tetap bisa difungsikan meski terendam air. “Pembangunan infrastruktur kita difokuskan pada wilayah pedalaman yang mendesak dan langsung menyentuh kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, yang mendampingi kunjungan, menyebut banjir tahunan selama ini membuat jalur Semitau–Suhaid sering lumpuh. “Kalau banjir, kendaraan tak bisa lewat, barang-barang pokok pun terhambat. Akibatnya harga naik. Dengan jembatan baru ini, akses ke Semitau akan lebih lancar,” katanya.
Warga berharap, peningkatan Jembatan Sejiram–Semitau benar-benar bisa mengakhiri “langganan terputus” tiap musim banjir, sekaligus membuka jalan bagi distribusi barang dan aktivitas ekonomi pedalaman Kapuas Hulu. (Tasya)








