PONTIANAK, Infokalbar.com – M Tasya tampak semringah. Kepuasan itu terpancar jelas setelah ia menempuh perjalanan panjang sejauh 200 kilometer dari Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Perjalanan yang ditempuhnya menggunakan sepeda motor itu menghabiskan waktu sekitar enam jam.
Namun, lelahnya perjalanan terbayar lunas. “Saya menemukan orang-orang baru di sini. Juga wawasan baru,” tuturnya dengan senyum mengembang, seusai mengikuti serangkaian kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Acara berlangsung pada Jumat, 19-20 September 2025, di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat.
Semangat Tasya adalah cerminan dari puluhan jurnalis lainnya yang hadir. Mereka berkumpul untuk satu tujuan mengukur, memvalidasi, dan meningkatkan kompetensi diri dalam menjalankan tugas mulia sebagai penyampai informasi kepada publik.
Kegiatan bertajuk “Turut Menguatkan PWI dengan Uji Kompetensi dan Profesionalitas” ini diikuti oleh puluhan jurnalis dari berbagai jenis media, mulai dari media cetak, elektronik, hingga daring (online). UKW digelar dengan tujuan ganda.
Pertama, untuk memperkuat peran serta kredibilitas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai organisasi profesi.
Kedua, dan yang paling utama, adalah mendorong peningkatan profesionalisme setiap insan pers di Kalimantan Barat.
Tujuannya jelas menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara dan tokoh kunci. Hadir langsung Direktur UKW PWI Pusat, Aat Surya Safaat, dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang. Dari institusi penegak hukum, Bidang Humas Polda Kalbar diwakili oleh Kasubbid Penmas, AKBP Prinanto.
Di saat membuka acara secara resmi, Aat Surya Safaat menekankan betapa pentingnya UKW dilakukan sebagai alat untuk meningkatkan kompetensi para jurnalis.
Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini harus dilaksanakan secara berkelanjutan, bukan hanya sekali.
“Kegiatan UKW ini merupakan salah satu program strategis untuk mengukur dan sekaligus meningkatkan kompetensi wartawan. Karena itu, komitmen kami, acara ini akan kita selenggarakan secara rutin setiap tahun,” tegas Aat Surya Safaat di hadapan seluruh peserta.
Kolaborasi Insan Pers
Penyelenggaraan UKW di Kalimantan Barat tidak lepas dari kolaborasi dan dukungan berbagai pihak. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Kalbar, Wawan Suwandi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama dan dukungan dari semua stake holder yang terlibat.
“Uji Kompetensi Wartawan ini dapat terlaksana berkat kerja sama serta adanya dukungan penuh dari semua pihak. Partisipasinya sangat membanggakan,” ujar Wawan Suwandi.
Ia juga merincikan data peserta yang hadir. “UKW kali ini diikuti oleh 48 peserta yang berasal dari 14 kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat,” ucapnya menjelaskan.
“Ini menunjukkan animo dan kesadaran untuk meningkatkan kompetensi diri sangat tinggi di kalangan jurnalis Kalbar,” dia menambahkan.
Dukungan juga datang dari institusi Kepolisian. Kasubbid Penmas Polda Kalimantan Barat, AKBP Prinanto, secara tegas menyatakan dukungan penuhnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia melihat UKW sejalan dengan visi untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat, yang salah satunya dibangun melalui informasi yang benar.
“Kami menyambut dengan sangat baik diselenggarakannya acara UKW ini. Selamat mengikuti uji kompetensi kepada rekan-rekan jurnalis, semoga lancar dan semua bisa lulus,” kata AKBP Prinanto.
“Karena dengan hadirnya jurnalis yang kompeten, maka pemberitaan yang aktual, faktual, dan terpercaya akan tercapai. Pada akhirnya, peran media dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat pun akan terwujud,” ujar AKBP Prinanto dengan penuh keyakinan.
Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bukan sekadar ritual atau formalitas belaka. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dan konkret untuk terus mengasah kemampuan teknis dan pengetahuan para jurnalis.
Di era banjir informasi dan maraknya disinformasi, peran jurnalis profesional menjadi semakin krusial.
Mereka adalah penyaring dan validator informasi yang sangat dibutuhkan masyarakat.
UKW menjadi salah satu metode untuk memastikan bahwa para penjaga gerbang informasi ini benar-benar memiliki kemampuan yang mumpuni.
Kompetensi yang teruji akan melahirkan pemberitaan yang berkualitas. Pemberitaan yang berkualitas pada akhirnya akan menguatkan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi.
Pers yang kuat, independen, dan profesional adalah oksigen bagi kehidupan demokrasi yang sehat. Ia menjadi watch dog yang mengawal jalannya pemerintahan, menyuarakan aspirasi rakyat, dan menjadi medium edukasi bagi publik.
Perjalanan panjang M Tasya dari Sanggau adalah simbol dari komitmen individual. Sementara penyelenggaraan UKW adalah komitmen kelembagaan.
Ketika kedua komitmen ini bertemu, ia membentuk sebuah sinergi yang powerful untuk memastikan bahwa panji-panji jurnalisme yang berkualitas, etis, dan bertanggung jawab tetap berkibar dengan gagah di tanah Kalimantan Barat.
Harapannya, ke depan, gelaran UKW akan mampu menjangkau lebih banyak jurnalis lagi, termasuk mereka yang ada di daerah terpencil.
Sehingga, tidak ada lagi cerita tentang perjalanan 200 kilometer, karena kesempatan untuk meningkatkan kompetensi akan hadir merata di setiap penjuru daerah.
Pada titik itulah, cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pers yang profesional akan semakin nyata.












