JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Pemprov DKI yang dinilainya tidak berpihak pada pelaku UMKM. Menurutnya, bukannya dibina, banyak pengusaha kecil justru “dibinasakan” lewat kebijakan yang tidak manusiawi.
Hal itu disampaikan August saat menggelar reses di Taman Bumi Perkemahan Ragunan, Pasar Minggu, Sabtu (18/10/2025). Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan warga itu, ia menerima banyak keluhan terkait penggusuran lapak dan lemahnya pembinaan dari PD Pasar Jaya.
“Teriris hati rasanya. Katanya mau membina, tapi nyatanya malah membinasakan. Banyak pedagang yang sudah puluhan tahun berjualan justru tergusur,” ujar August dengan nada tegas.
August mencontohkan kasus di Pasar Burung Barito dan Pasar Taman Puring, di mana para pedagang lama terpaksa dipindahkan ke lokasi baru yang jauh dari pelanggan.
“Padahal tempat mereka sudah dikenal, punya pelanggan tetap, dan menopang ekonomi keluarga. Kenapa malah digusur di saat ekonomi lagi susah?” katanya.
Sebagai legislator yang duduk di Komisi C, August menegaskan akan terus mengadvokasi para pedagang dan UMKM agar mendapatkan perlakuan adil dari Pemprov DKI.
“Saya ini wakil rakyat. Kalau ada kebijakan yang menyimpang, ya harus dibela. Keberpihakan itu bukan memanjakan, tapi memastikan rakyat tetap bisa hidup layak,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan DPRD terhadap produk hukum daerah. Menurutnya, fungsi pengawasan perlu diperkuat agar kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada masyarakat.
“DPRD punya tiga fungsi utam, legislasi, anggaran, dan pengawasan. Nah, fungsi pengawasan inilah yang harus jalan supaya pemerintahan daerah transparan, akuntabel, dan berpihak ke rakyat,” tambahnya.
August berharap ke depan, Pemprov DKI tidak lagi memandang UMKM sebagai beban, tapi sebagai kekuatan ekonomi rakyat. “Mereka ini tulang punggung ekonomi Jakarta. Sudah seharusnya mereka dibina, bukan dibinasakan,” tutupnya.












