Sanggau, Infokalbar.com – Upaya nyambungin program perusahaan dan pemerintah daerah mulai digarap lebih serius. Itu terlihat dari forum konsinyering Musyawarah Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Muspemmas) yang digelar PT ANTAM (Persero) Tbk Unit Bauksit Kalbar bareng Pemkab Sanggau, Senin 23 Februari 2026.
Acara yang berlangsung di Gedung Bapperida itu dihadiri jajaran pejabat daerah, pihak perusahaan, sampai 14 kepala desa dari wilayah operasional tambang. Suasananya bukan sekadar seremonial, tapi lebih ke forum duduk bareng buat nyocokin rencana pembangunan supaya program yang jalan di lapangan nggak saling tumpang tindih.
Lewat Muspemmas, tiap desa diminta memetakan potensi masing-masing. Bukan cuma soal bantuan dana, perusahaan juga menyiapkan pendampingan dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan. Program yang sudah disepakati nantinya bakal dipantau rutin supaya benar-benar jalan sesuai tujuan.
Perwakilan manajemen wilayah Kalbar, Munadji, bilang kerja bareng lintas sektor itu kunci utama. Menurut dia, kalau perusahaan, pemerintah, dan masyarakat kompak, hasil program bakal terasa lebih lama manfaatnya, terutama buat warga sekitar area operasional.
Hal senada disampaikan Kepala DPMDes Sanggau, Alian. Ia menilai program CSR bakal lebih efektif kalau disusun sejalan dengan agenda pembangunan daerah, bukan berdiri sendiri.
Sementara itu, Bupati Yohanes Ontot mengingatkan supaya semua rencana disusun pakai data yang jelas. Ia mengapresiasi kontribusi perusahaan, tapi menegaskan program harus terukur dan punya sasaran pasti agar hasilnya nyata, bukan sekadar wacana.
Lewat forum ini, desa juga diberi ruang lebih besar buat menyampaikan kebutuhan langsung dari lapangan. Harapannya, tiap desa bisa melahirkan program unggulan sendiri yang sesuai karakter wilayahnya, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.
Kolaborasi ini jadi sinyal bahwa pola pembangunan mulai bergeser bukan lagi top-down sepenuhnya, tapi melibatkan desa sebagai penentu arah sejak awal.












