Sambas, Infokalbar.com – Proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Sungai Nyirih, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menjadi sorotan publik.
Proyek yang bersumber dari anggaran negara melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan nilai sekitar Rp10,55 miliar itu diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis serta dinilai kurang transparan dalam pelaksanaannya.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Duta Tunggal Jaya sebagai kontraktor, dengan PT Abdi Nusa Kreasi sebagai konsultan perencana.
Hasil pantauan awak media di lapangan pada 20 Januari 2026 menunjukkan proyek tersebut masih dalam tahap pengerjaan, meskipun diduga telah melewati masa kontrak yang ditentukan. Kondisi ini memunculkan dugaan keterlambatan penyelesaian proyek.
Selain itu, di lokasi proyek tidak terlihat papan informasi adendum kontrak yang biasanya dipasang jika terjadi perpanjangan waktu pekerjaan.
Papan informasi proyek yang ada juga tidak mencantumkan secara jelas sumber anggaran, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait keterbukaan informasi publik.Tak hanya soal administrasi, kualitas pekerjaan konstruksi juga menjadi perhatian.
Dari hasil pengamatan di lapangan, terlihat sejumlah bagian bangunan mulai mengalami kerusakan, di antaranya beton penahan tebing yang tampak retak serta struktur beton pada dermaga yang menunjukkan indikasi kerusakan.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa mutu beton yang digunakan tidak sesuai standar teknis proyek.
Seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa air yang digunakan untuk proses pengecoran diambil dari sumur galian di sekitar lokasi proyek.
“Air untuk pengecoran diambil dari galian di sekitar lokasi menggunakan alat berat,” ujarnya, kepada Infokalbar, Minggu pagi 15 Maret 2026.
Namun diketahui lokasi pembangunan berada di kawasan muara sungai yang memiliki karakteristik air payau. Dalam pekerjaan konstruksi, penggunaan air payau umumnya tidak dianjurkan karena kandungan garam dapat mempengaruhi kekuatan beton dalam jangka panjang.
Di sisi lain, warga sekitar juga mengaku melihat pekerjaan proyek tersebut masih berlangsung meski diduga telah melewati waktu yang ditentukan.
“Saya lihat pengerjaan proyek ini sudah lewat dari waktu yang ditentukan, tapi sampai sekarang masih dikerjakan,” kata salah seorang warga.
Masyarakat berharap proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut dapat dikerjakan secara profesional dan transparan, mengingat program Kampung Nelayan Merah Putih bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Sejumlah pihak juga mendorong instansi terkait melakukan evaluasi serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek tersebut guna memastikan penggunaan anggaran negara berjalan sesuai ketentuan. (Tasya)












