PONTIANAK, Infokalbar.com – Angin segar rekonsiliasi berembus kencang di jantung organisasi kewartawanan Kalimantan Barat. Dualisme panjang yang sempat mengoyak tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) provinsi ini resmi usai sudah.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyambut gemilang momentum bersatunya dua kubu tersebut. Senyum merekah, ia menegaskan babak baru ini krusial bagi pembangunan daerah.
Pernyataan itu ia lontarkan di Pontianak, Jumat (3/7/2026). “Baik untuk Kalbar dan bisa bersinergi dengan pemerintah dalam membangun Kalbar,” ucap Norsan, lugas.
Tak sekadar sambutan seremonial, kalimat pendek itu membuncahkan optimisme. Ia melihat pers sebagai pilar strategis, bukan sekadar corong informasi, melainkan mitra kritis pemerintah mengawal setiap jengkal kemajuan Bumi Khatulistiwa.
Titik Final Dualisme
Kisruh panjang ini menemui titik final lewat ketok palu Surat Keputusan PWI Pusat Nomor: 086-PGS/PP-PWI/VII/2026. Bendahara PWI Kalbar, Wawan Suwandi dan pengurus PWI Kalbar seperti Zainul Irwansyah atau biasa dipanggil Buyung, Ramsyah, Sabirin hadir langsung menyerap arahan Gubernur.
Struktur tunggal ini jadi fondasi kokoh menata ulang organisasi. Wawan mengungkapkan, penyatuan ini merupakan amanat suci Kongres Persatuan PWI yang digelar di Cikarang, Jawa Barat, pada 2025 silam. Amanat itu kini menjelma aksi nyata.
Kongres Cikarang memang menjadi penanda sejarah. Di sanalah seluruh faksi bersepakat melipat ego, merajut kembali serpihan konflik.
Kini, di bawah kepemimpinan tunggal yang sah, PWI Kalbar tak lagi berjalan di dua rel berbeda.
Sinergi Emas Membangun
Bagi Ria Norsan, pers yang solid adalah energi dahsyat. Pemerintah daerah butuh kontrol sosial tajam, namun tetap dalam bingkai konstruktif.
Dengan padunya PWI, Norsan yakin arus informasi pembangunan akan semakin jernih. Potensi benturan narasi akibat dualisme bisa dipangkas habis.
Wartawan dapat fokus mengasah profesionalisme, bukan terjebak dalam pusaran konflik internal.
Ini bukan sekadar merger organisasi. Ini perkawinan visi. Norsan memproyeksikan sinergi konkret dari sosialisasi program prioritas daerah, pengawalan anggaran tepat sasaran, hingga promosi potensi wisata dan investasi.
Pers bertaji, pembangunan melesat. Itu formula sederhana namun kerap terabaikan saat lembaga profesi ini terbelah.
Babak Baru Bermartabat
Wawan Suwandi menekankan, kepengurusan definitif ini langsung bergerak cepat. Tidak ada lagi terminologi kubu.
Semua adalah keluarga besar PWI Kalbar. Ia mengajak seluruh anggota mengubur residu konflik.
Pengabdian murni pada kepentingan publik harus jadi nafas utama. PWI Kalbar siap menjadi lokomotif jurnalisme bermartabat di provinsi ini.
Hari itu, di ruang kerja Gubernur, terpatri komitmen. Tawa ringan dan obrolan produktif mewarnai pertemuan.
Ria Norsan tak henti menekankan pentingnya pers merdeka nan dewasa. Bukan pers yang bisu terhadap koreksi, namun juga bukan pers yang riuh oleh provokasi.
PWI yang bersatu diyakini mampu mencapai titik ekuilibrium itu. Bersatunya dua kubu PWI Kalbar adalah kemenangan akal sehat.
Ini kado terindah bagi dunia pers Kalbar di tengah tantangan era digital yang kerap menggerus kredibilitas.
Kini, dengan dukungan penuh Gubernur, PWI Kalbar menapaki jalan terang. Sinergi emas antara pemangku kebijakan dan pena tajam insan pers resmi bergulir, siap mengukir narasi kemajuan Kalimantan Barat yang sesungguhnya. (Tasya)












