banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250

Gubernur Kalbar Dampingi Ketua Tim PKK Menghadiri Panen Padi

KUBU RAYA, infokalbar.com – Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Hj. Lismaryani Sutarmidji menghadiri kegiatan Panen Padi Khusus Varietas Unggul Baru (VUB) Balitbangtan Kementan RI Tahun 2021.

Turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI, Maria Lestari, S.Pd., dan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kementan RI Kalbar, Dr. Rustan Massinai, S.T.P., M.Si., serta Perangkat Daerah Kalbar terkait.

Kegiatan ini guna mendukung peningkatan produktivitas dan produksi komoditas padi, serta budidaya aneka tanaman sayuran di polybag kepada masyarakat, sebagai bentuk upaya optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, serta mendukung percepatan pembangunan pertanian di wilayah Kalbar.

Dalam arahannya, Gubernur Kalbar mengatakan VUB ini harus dikembangkan, agar kebutuhan beras tercukupi bagi masyarakat Kalbar.

“Terus kembangkan VUB ini, supaya kita bisa swasembada beras, kemudian bisa mengembangkan sektor-sektor lain, sehingga kebutuhan atau konsumsi masyarakat Kalbar ini bisa terpenuhi dari Kalbar sendiri.

Bila perlu, kita yang ekspor keluar,” ungkapnya di IP2TP Pal IX Kubu Raya, Sabtu (3/4/2021).

Apabila produk berlimpah dan bahan baku beras semakin berkembang, sangat mungkin kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat bisa terpenuhi dengan baik.

“Sudah waktunya kita berswasembada dalam segala aspek, karena produk yang berlimpah dan pasarnya juga ada, kemudian industri-industri yang berbahan baku beras juga semakin berkembang,” kata Gubernur Kalbar.

Gubernur Kalbar meminta pada sektor pangan, seperti talas dan singkong, harus dikembangkan. Diharapkan kebutuhan untuk industri tidak perlu lagi mengambil bahan dari luar Kalbar.

“Di sektor pangan, seperti talas dan singkong, bisa dikembangkan.

Di Kapuas Hulu, ambil bahan tepungnya dari Lampung untuk kebutuhan industri tradisional mereka, yaitu kerupuk basah. Padahal kita bisa produksi (tepung) sendiri sebetulnya,” ujar dia.

(Asrin /Hasnan/Tasya)

Leave a Reply

Your email address will not be published.