Berita  

Focus Group Discussion Fraksi Partai Amanat Nasional

Pontianak, infokalbar.com – Fraksi PAN Provinsi Kalimantan Barat Menggelar focus Gruop Discussion (FGD) bertemakan “Permasalahan Import dan Kedaulatan Pangan” dengan Nara sumber Dr. Erdi , M.Si pakar kebijakan Publik Akademisi Univesitas bertempat di Hotel G Pontianak pada hari Sabtu (24/04/2021).

Turut hadir pada kegiatan tersebut Anggota Fraksi PAN DPRD Provinsi Kalbar Ketua Dr. Ardiyansyah, SH,MH , Wakil Ketua Tony , ST , M.Si Sekretaris Ritaudin , SE , Bendahara Yuliani Anggota Muhammad, S.Sos. serta yang kami undang dari LSM, Tokoh Masyarakat dan Mahasiswa.

Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Kalimantan Barat Dr.Ardiansyah, SH , MH usai kegiatan saat di wawancarai mengatakan , pada hari ini
kita dari fraksi Partai PAN dari DPRD Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan Focus Group Discusion, terkait dengan tema,” permasalahan Import dan Kedaulatan Pangan” tentunya kita harapkan dapat menghasilkan kesimpulan-kesimpulan ada hal-hal yang akan kita dapat untuk Pemerintah daerah dan pemerintah Pusat dalam rangka bagaimana mengelola kedaulatan pangan yang ada di Indonesia, contohnya bagaimana bisa terjadi import beras.

“Sedangkan lahan kita ini begitu banyak lahan-lahan yang kosong, bagaimana bisa itu terjadi import beras sedangkan negara Vietnam itu jauh lebih kecil lahan-lahannya, tetapi mereka bisa ekspor mereka bisa mengirim beras nya jauh dibandingkan dengan negara Indonesia, tentu dalam hal ini perlu suatu kebijakan dan kemauan politik dalam mengelola kedaulatan pangan,” ungkapnya.

Lanjutnya lagi, jadi pada hari ini kita dapat suatu rekomendasi untuk kebijakan-kebijakan pemerintah, Kedaulatan pangan itu bagaimana masyarakat yang mempunyai lahan dan masyarakat yang bertani bisa memanfaatkan peluang dalam mengelola tanahnya, bisa menghasilkan swasembada pangan, mengatur harga pasar, menjual harga beras yang bagus, dan bisa menghasilkan untuk kemakmuran petani.

“Artinya ada kebebasan para petani dalam mengelola tanaman tentunya didukung oleh kebijakan pemerintah, kalau hanya ambil kebijakan import tentu hak-hak petani akan hilang dan petani ini akan jauh dari makmurnya, karena pemerintah beli beras”.

Negara kita ini banyak juga tanah dan lahan-lahan pertanian yang bisa kita handalkan,Kenapa kita harus beli beras sedangkan potensi kita alam kita sangat banyak untuk potensi bahkan kalau perlu jangan import kita ekspor masalah pangan ke negara lain tidak perlu beli karena potensi kita banyak,” terangnya.

Ardi mengatakan, kalau Kedaulatan pangan tidak hanya dengan beras, kedaulatan pangan tentu berkaitan dengan pertanian, holtikultura, perkebunan kelapa sawit dan sebagainya yang berkaitan dengan pangan, pangan itukan luas.

Hasil dari FGD pada hari ini tentunya akan kita rumuskan hasilnya dan kita rampung, tapi yang dapat saya tangkap dalam kegiatan ini ada beberapa rekomendasi tentang kemauan politik kita dalam mengelola pangan atau pertanian itu kepentingan politik dan anggaran , hasil dari Rekomendasi ini akan kita serahkan ke pemerintah daerah, Gubernur dan Pemerintah Pusat baik ke MPR dan DPR, ini bukan saja program kita untuk menyampaikan tetapi mereka juga yang meminta karena ini instruksi dari pusat maka hasil dari FGD ini akan kita sampaikan,” Jelasnya. (Yuni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *