ENTIKONG, Infokalbar.com – Udara di PLBN Entikong Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat pagi itu terasa berbeda.
Gemuruh suara seorang perwira TNI mengiris kesunyian. Mengisi ruang Nusantara dengan pesan-pesan yang tak sekadar kata, melainkan seruan dari sanubari.
Kapten Infanteri Indra Fiansyah Chaniago, Danramil Entikong, berdiri tegak di depan mikrofon, matanya menyala bak bara yang tak ingin padam.
Di hadapannya, puluhan wartawan Kalimantan Barat menyimak, mencatat, merekam—setiap ucapannya bagai petir di siang bolong, menggelegar namun penuh makna.
“Kami terbuka,” ujarnya, “karena hanya dengan kebersamaan, pembangunan Sanggau akan sampai ke rakyat.”
Kalimat itu bukan retorika. Ia adalah janji, seruan, sekaligus tantangan bagi insan pers untuk berdiri sejajar dengan TNI dalam membangun negeri.
Sinergi TNI dan Media Adalah Kolaborasi Untuk Kesejahteraan Rakyat
Acara Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang digelar PWI Kalbar pada 28 Juni 2025 bukan sekadar pelatihan biasa.
Ini adalah pertemuan dua kekuatan wartawan sebagai pilar demokrasi dan TNI sebagai garda terdepan keamanan.
Kapten Indra, mewakili Komandan Kodim 1204/Sanggau Letnan Kolonel Infanteri Subandi, menegaskan hal itu dengan lantang.
“Kodim 1204/Sanggau selalu membuka pintu bagi saran dan kritik dari wartawan,” tegasnya. “Karena hanya dengan transparansi, pelayanan hukum dan pembangunan bisa dirasakan rakyat.”
Pesan ini bukan tanpa alasan. Di wilayah perbatasan seperti Entikong, di mana denyut nadi ekonomi dan keamanan begitu kompleks, peran media dalam mengawal kebijakan publik adalah oksigen bagi demokrasi.
Wartawan dan TNI Harus Berjabat Erat
Di balik seragam hijau dan senjata yang selalu siaga, TNI menyadari: tanpa media, suara rakyat bisa hilang dalam gemuruh birokrasi.
Kapten Indra tak sekadar memberi sambutan—ia menawarkan kolaborasi.
“TNI dan media harus bersinergi sesuai peran masing-masing,” ucapnya.
Ini adalah pengakuan bahwa Wartawan adalah mitra strategis dalam mengawal kebijakan.
Kritik media bukan ancaman, melainkan koreksi yang memperkuat kinerja institusi.
Pembangunan hanya efektif jika transparan dan partisipatif.
Pesan Terakhir, “Jaga Kebersamaan, Rasakan Manfaatnya Untuk Rakyat”
Sebelum turun dari podium, Kapten Indra menutup dengan kalimat yang menggetarkan.
“Semoga kita tetap menjaga kebersamaan, agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat Sanggau.”
Kata-katanya bukan perpisahan, melainkan awal dari sebuah ikrar bersama. Di tapal batas negara.
Yang di mana Indonesia dan Malaysia berjabat tangan, wartawan dan TNI pun bersepakat: kolaborasi, bukan konfrontasi, yang akan membawa kesejahteraan. (Wawan Daly Suwandi)












