Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memprioritaskan perbaikan ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan berat guna menjaga konektivitas antarwilayah dan kelancaran distribusi ekonomi masyarakat.
Pontianak, Infokalbar.com – Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menegaskan bahwa di tengah keterbatasan anggaran, penanganan infrastruktur jalan dilakukan secara bertahap dengan fokus utama pada ruas yang masih dapat difungsikan.
Menurutnya, langkah tersebut diambil agar akses transportasi masyarakat tetap berjalan, terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
“Penanganan kita fokuskan pada ruas yang rusak berat agar tetap bisa dilalui, sehingga konektivitas wilayah dan distribusi ekonomi tetap terjaga,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.
Sepanjang Tahun Anggaran 2025, Pemprov Kalbar telah melakukan peningkatan konstruksi jalan sepanjang 40,30 kilometer yang tersebar di 22 ruas jalan provinsi.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengaktifkan kembali unit pemeliharaan jalan dan jembatan guna memastikan kondisi infrastruktur tetap terjaga secara berkelanjutan.
Upaya tersebut turut didukung dengan penguatan infrastruktur pendukung seperti irigasi dan normalisasi saluran air, yang berperan dalam menunjang sektor pertanian.
Namun demikian, berbagai tantangan masih dihadapi dalam penanganan infrastruktur, mulai dari tingginya curah hujan, kondisi geografis, hingga beban kendaraan yang melintas.
Meski begitu, Pemprov Kalbar tetap berkomitmen meningkatkan kualitas jalan secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah.
Pemerintah juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam menjaga infrastruktur agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara maksimal. (Tasya)










